Connect with us

Kdrama News

Episode Beautiful GongShim – Eps 14

Shinbie

Published

on

Gongshim terus memandangi DanTar dalam perjalanan pulang.  DanTae meminta Gongshim untuk memyetelkan musik untuknya.  Yang membuat Gongshim tersenyum sepanjang perjalanan itu adalah saat bangun pagi tadi,  dia mendapati DanTae tidur dengan posisi duduk di sebelahnya.  Gongshim kemudian membaringkan DanTae di tempat tidur.  Sejenak,  Gongshim memandangi wajah DanTae yang sedang tertidur.  Memeriksanya apakah DanTae benar tertidur atau tidak.  Setelah yakin,  Gongshim memegang tangan DanTae,  lalu dia tersenyum.  Dan Tae hampir saja terbangun dan Gongshim Buru – Buru melepas tangannya dan segera keluar kamar.  Sebenarnya DanTae tahu saat Gongshim memegang tangannya.  Tapi dia tak mengatakannya.  Dia juga ikut tersenyum saat Gongshim hanya melakukan senyum sepanjang perjalanan.

1Akhirnya mereka tiba juga di rumah.  Gongshim memuji bahwa nyanyian DanTae sangat Bagus.  DanTae juga memuji tarian Gongshim sangat hebat.  Keakraban mereka dilihat oleh Joonsoo dari atas atap.  Joonsoo sedang menunggu DanTae di depan rumahnya.  ” Terima Kasih sudah mengantarkanku.. ” kata Gongshim.  ” Kau juga sangat hebat.  Gambarmu sangat Bagus.  Beristirahatlah.. ” kata DanTae.  Mereka berpisah di depan rumah Gongshim.

2” Joonsoo…apa yang kau lakukan disini?” tanya DanTae.  ” Kau darimana? ” tanya Joonsoo.  Joonsoo berkunjung ke rumah DanTae pagi – pagi karena mengira DanTae ada di rumah.  DanTae mengatakan bahwa dia baru saja pulang dari luar kota bersama Gongshim. DanTae pun mengajak Joonsoo masuk ke dalam rumahnya.  Karena DanTae tidak memiliki minuman di rumahnya,  maka dia terpaksa membeli minuman di minimarket dan meninggalkan Joonsoo di rumahnya sendirian.

Sepeninggal DanTae,  Joonsoo melihat – lihat foto yang dipasang Dan Tae di ruangannya.  Ada foto DanTae bersama ayah dan Ibunya.  Joonsoo juga melihat ayah DanTae saat dia pertama kali berkunjung ke rumah DanTae.  Ayah DanTae masih hidup.  ” Lalu ayah siapa yang ia kunjungi? ” tanya Joonsoo dalam hati.  Dia merasa aneh karena nama pemakamannya sama dengan nama pemakaman Ayah JunPyo.

3DanTae kemudian kembali dengan membawa minuman.  Mereka duduk minum sambil mengobrol.  Joonsoo menanyakan mengapa DanTae tak tinggal dengan orang tuanya.  ” Ibuku meninggal di saat aku masih SMA dan ayahku tinggal di luar negeri.  ” jawab DanTae.  DanTae mengatakan bahwa ayahnya tinggal di Filipina.  Joonsoo menatap tulisan di kalender.  DanTae sepertinya tahu bahwa Joonsoo pasti membaca tulisannya itu.  DanTae langsung mengalihkannya dengan obrolan lain.  Dia mengkhawatirkan Joonsoo yang mabuk sendirian malam itu.  Dia bertanya apakah Joonsoo sedang ada masalah.  Joonsoo menjawab bahwa semuanya baik – baik saja.  DanTae mengira Joonsoo stress karena bisnis barunya. DanTae pun menawarkan bantuan jika saja Joonsoo perlu sesuatu.

Tiba – tiba Joonsoo bertanya perkembangan DanTae dalam mencari JunPyo.  DanTae mencurigai pencuri tas Joonsoo adalah pelakunya.  ” Apakah kau memikirkan seseorang? ” tanya Joonsoo. ” Tidak….aku belum mendapatkan gambaran apapun. ” jawab DanTae.  Kemudian pembicaraan mereka beralih ke pesan spam yang diterima oleh semua eksekutif.  Joonsoo bertanya apakah pesan spam itu ada hubungannya dengan tersangka yang menculik JunPyo.  DanTae agak sedikit kaget.  Dia yang membuat pesan spam itu.” Ah.. Aku pikir kau tak tahu tentang pesan spam itu.  Kau bukan eksekutif jadi kau tak menerimanya kan?” kata Joonsoo.  DanTae agak salah tingkah.  ” Ah… Ya… Aku tidak tahu apa isi pesan spam itu.  ” kata Dan Tae.

Tanpa sengaja Joonsoo menumpahkan minumannya.  Dia pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya.  Dia melihat ada sikat gigi DanTae disana.  Dia hanya perlu mengetes DNA DanTae apakah sama dengan neneknya atau bukan.  Dia sudah curiga.  DanTae sebenarnya adalah JunPyo atau bukan.  Oleh karena itu dia membutuhkan sikat gigi DanTae untuk menguji tes DNA.  Saat Joonsoo ingin mengambil sikat gigi itu,  DanTae masuk dan membawakan handuk untuk melap tangan Joonsoo.  Joonsoo pun membatalkan niatnya untuk mengambil sikat gigi DanTae.

4Yeom Tae Hee memberikan pesan yang berisi pembatalan transaksi kepada kakaknya,  Yeom Tae Cheol. Mereka menerka – nerka,  siapa yang memberikan pesan itu kepada Tae Hee.  Yeom Tae Cheol berpendapat bahwa si pelaku yang mengirimkan pesan itu karena takut ada polisi.  Sedangkan Tae Hee berprasangka bahwa Ahn Soo Young yang mengatur semua ini.  Dia yang meminta orang untuk merekam pertemuan mereka secara tersembunyi.  Kemudian memancing Tae Cheol untuk memukulnya.  Tae Hee merasa Ahn Soo Young melakukan ini demi uang.  ” Jika itu dia,  bagaimana bisa dia pergi tanpa membawa uangnya? ” tanya Tae Cheol.  ” Lalu siapa lagi yang bisa mengirim pesan itu? ” tanya Tae Hee.  Tae Cheol terlihat gusar.  Dia mengatakan bahwa dia sedang berusaha menemukan Soo Young.  Dia akan mengurus bahwa SooYoung tak akan membuka mulutnya.  ” Tapi DanTae adalah anak Ahn Soo Young. ” kata Tae Hee panik.  Dia juga sangat cemas.  Dia rela membayar berapa saja agar masalah ini beres.  Tae Cheol berkata bahwa DanTae tak pernah bertemu dengan ayahnya.  ” Menurutmu,  jika Dan Tae tahu semuanya,  apakah dia akan tinggal diam? ” tanya Tae Cheol.  Tae Hee tetap merasa terganggu jika Dan Tae, terus ada di sekitarnya.  Itu membuat dia jadi takut.  ” Selanjutnya,  aku juga yang akan mengurus DanTae.. ” kata TaeCheol.

5Joonsoo berpikir.  Jika DanTae memang benar tak menerima pesan spam itu,  lalu mengapa sore itu dia ada disana.  DanTae ada di Arboretum sore itu dan dia melihatnya sedang mengawasi lokasi kejadian. Ini kejadian yang aneh menurut Joonsoo.

6Gongshim dan DanTae saling menyapa di rumah atap.  Badan Gongshim terasa sakit.  Mungkin ada posisi yang salah disaat dia menggambar kemarin. Ketika dia bangun.  Dia merasa bahwa tubuhnya sakit semua saat dia bangun tidur.  ” Aku juga harus pergi bekerja.. ” kata Gongshim.  DanTae meminta Gongshim untuk libur tapi Gongshim menolak.  Dia bekerja paruh waktu dan dibayar perjam.  Jadi jika dia tidak bekerja,  maka dia tak akan mendapatkan bayaran apapun.

7DanTae memberikan sebuah bungkusan pada GooNam.  ” Apa ini? ” tanya Goo Nam.  Lalu DanTae bercerita bahwa nanti pasti Gongshim akan kesana dan mencari obat untuk sakit otot.  Bungkusan tadi berupa salep dan krim pereda sakit.  Dan DanTae meminta GooNam agar merahasiakan dari Gongshim bahwa dia yang memberikan obat tsb.

Di halte bus,  saat DanTae sedang menunggu bus,  dia melihat ada papan iklan tentang Pameran seni,  Jean Jacques Sempe Exhibition.  DanTae tersenyum melihat iklan tsb.  ” Gongshim pasti sangat menyukai ini.. ” katanya.

8Benar saja,  Gongshim datang ke minimarket menemui Goonam.  Meminta obat untuk sakit di leher dan lengannya. GooNam memberikan bungkusan dari DanTae.  ” Apa ini? ” tanya Gongshim.  GooNam mengatakan bahwa itu adalah obat yang Bagus untuk pereda sakit. Gongshim membuka bungkusan tsb.  Tapi itu adalah obat yang semuanya telah dipakai.  Gongshim mencoba salah satu salepnya dan ternyata obat itu cukup Bagus.  ” Siapa yang memiliki ini? ” tanya Gongshim.  ” Entahlah,  orang lain yang meninggalkannya disini.  ” kata GooNam.  GooNam pun memberikan semua obat itu kepada Gongshim agar dibawa pulang.

9Ternyata Joonsoo juga ingin mengajak Gongshim ke Exhibition tsb.  Dia ingat saat Gongshim memberikannya tanda tangan di alas makan dengan gambar yang dia desain sendiri.  Gongshim pasti akan senang sekali untuk pergi ke exhibition tsb.

10Gongshim membelikan makanan untuk keluarganya dengan uang yang ia dapat dari menggambar mural.  Gongshim senang akhirnya dia bisa memberikan keluarganya makanan.  Begitu juga dengan orang tua dan kakaknya.  GongMi yang pada saat itu sedang libur juga ikut makan bersama.  ” Kau harus ikut makan karena Gongshim yang membelikan makanan ini untuk kita.  ” kata ibunya.  GongMi juga mengucapkan terima Kasih kepada Gongshim.  Tiba – tiba ponsel Gongshim berbunyi.  Dari Seok Joonsoo dan Gong Mi melihatnya.  Kemudian dia memberitahu Gongshim bahwa ada panggilan masuk untuknya.

11Gongshim melihat nama Seok Joonsoo di layar ponselnya.  Joonsoo mengajaknya bertemu malam ini.  Tapi Gongshim tidak bisa karena harus bekerja paruh waktu. ” Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu… ” kata Joonsoo.  ” Apa itu? ” tanya Gongshim. Joonsoo tak mengatakan apa yang ingin dia berikan pada Gongshim.  Dia hanya berjanji bahwa dia akan menelpon Gongshim lain kali.  GongMi terus memperhatikan Gongshim yang sedang menelpon Joonsoo.

12GongMi masuk ke dalam kamar Gongshim.  Gongshim hendak bersiap untuk berangkat kerja.  Ternyata GongMi ingin mencari tahu apa yang tadi Gongshim dan Joonsoo bicarakan. GongMi bertanya apakah Gongshim masih suka berhubungan dengan Seok Joonsoo meskipun dia sudah meninggalkan pekerjaannya?  Gongshim menjawab bahwa dia terkadang masih berhubungan dengan Joonsoo.  ” Ada keperluan apa tadi dia menelponmu?  Sepertinya kau mengabaikannya ketika dia ingin bertemu denganmu.  ” tanya GongMi.  ” Ah… Itu karena aku harus berangkat kerja.  ” jawab GongMi.  Dia pun meninggalkan kakaknya sendirian di kamarnya.

13DanTae sedang serius dengan pekerjaannya.  Tiba – tiba neneknya menelpon.  Nenek meminta DanTae untuk datang ke rumah.  DanTae pun terus memperingatkan neneknya agar berhati – hati supaya mereka tidak ketahuan.  Nenek meminta DanTae kerumahnya adalah,  agar DanTae bisa mengingat kejadian dulu.  Rumah itu tak pernah berubah saat terakhir kali dia meninggalkan rumah dan tak pernah kembali lagi.  Nenek berharap ada sesuatu yang bisa diingat DanTae saat dia datang ke rumahnya.  Perlahan DanTae menekan pintu bel.  Lalu dia membuka pintu pagar.  Saat melewati halaman, DanTae berhenti sejenak. Dia melihat ada JunPyo kecil disana. Dia melihat diriny sendiri disana. Berlarian dengan balon di tangan. Tiba – tiba ibunya datang, berlari dan memeluk JunPyo. Dia mencium serta menggendong JunPyo. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Saat dalam gendongan ibunya, JunPyo melepas balon yang ada di tangannya. Saat DanTae ingin meraih balon itu, tiba – tiba semua penglihatannya itu hilang. Tanpa dia sadari, air matanya menetes. Mengingat kenangan itu bersama sang ibu.

14DanTae pun bercerita kepada neneknya bahwa dia ingat akan sesuatu. Neneknya terlihat antusias. ” Apa yang kau ingat? ceritakan padaku.” kata nenek. DanTae menceritakan apa yang ia ingat tadi di halaman. Dia teringat saat dia bermain di halaman. Memegang balon. Saat ibunya tersenyum  kepadanya. ” Dia terlihat seperti orang yang paling bahagia di dunia. ” kata DanTae. Nenek membenarkan ingatan DanTae. Semasa DanTae kecil, DanTae sering bermain di halaman bersama dengan ayah dan ibunya. ” Kau meniup balon, bermain sepak bola dan juga berlarian kesana kemari. ” kata nenek. Nenek mencoba menahan tangisnya. Nenek bertanya apakah ada lagi hal yang diingat DanTae.  ” Tidak.  Aku tidak bisa  mengingat  hal  lain  lagi.  Seberapapun aku berusaha,  aku tak bisa mengingatnya lagi.  ” kata DanTae.  Nenek memegang tangan DanTae.  Nenek mengatakan bahwa itu tak masalah.  Nenek sudah cukup senang karena DanTae bisa mengingat senyum ibunya.  ” Nanti,  kau segera akan mengingat bagaimana kau diculik.  ” kata nenek.  DanTae mengangguk perlahan.

15Di luar,  DanTae bertemu dengan ibu kandung Seok Dae Hwang,  nenek Joonsoo.  Nenek Joonsoo tak mengenali siapa DanTae.  Kemudian DanTae memperkenalkan diri sebagai sekertaris dari Nam Soon Cheon.  Nenek Joonsoo terlihat senang dengan DanTae.  DanTae pun memuji bahwa nenek Joonsoo terlihat cantik.  Nenek Joonsoo pun sepertinya sangat menyukai DanTae.  Tak lama Yeom Tae Hee datang.  Nenek Joonsoo saling mengenalkan antara mereka.  Yeom Tae Hee tampak tak begitu senang.  Dia begitu terganggu dengan kehadiran DanTae di sekitarnya.  ” Nenek tak pernah meminta sekretarisnya untuk datang ke kamar pribadinya.  Ada apa kau datang ke sini? ” tanya Tae Hee.  ” Nenek meminta aku mengrus beberapa dokumen pribadinya.  Nenek memintaku untuk memulai dari dokumen 10 tahun lalu.  Jadi nantinya mungkin aku akan sering kesini. ” kata DanTae.  Nenek Joonsoo terlihat sangat senang,  tapi Tae Hee malah sebaliknya.

16DanTae sudah membayangkan bahwa Gongshim akan sangat menyukai tiket pemberiannya untuk datang ke Exhibition.  DanTae tak berencana memberikannya sendiri.  Tapi dia menyuruh GooNam untuk memberikan tiket itu pada Gongshim.  DanTae membayangkan bahwa Gongshim akan menggodanya,  bahwa DanTae yang memberikan tiket itu padanya dan Gongshim akan mengajak DanTae untuk pergi bersama ke Exhibition.  DanTae pun tertawa terbahak – bahak.

17 GooNam pun bertemu Gongshim sehabis Gongshim pulang dari pasar.  ” Seseorang memintaku untuk memberikan ini padamu.. ” kata Goo Nam sambil meletakkan amplop putih di tangan Gongshim.  Gongshim bertanya – tanya apa itu.  Ketika dia membuka amplop itu,  Gongshim terbelalak kaget.  ” Siapa yang memberikanmu ini? ” tanya Gongshim.  Belum sempat Goo Nam menjawab,  Gongshim teringat ketika Seok Joonsoo ingin memberikan dia sesuatu.  “Aku rasa aku tahu siapa yang memberikan ini padaku.  terima Kasih.  ” kata Gongshim.  Gongshim mengira bahwa tiket Exhibition itu berasal dari Joonsoo.

18Joonsoo masih memikirkan hubungan antara hilangnya tasnya dan tersangka yang mencuri tasnya.  DanTae mengatakan bahwa yang mengambil tasnya adalah tersangka penculikan JunPyo.  Dia mengingat kembali saat – saat dia kehilangan tasnya.  Pamannya sempat bertanya apakah dia menggunakan mobil kantor atau tidak.  Dia meletakkan tas di jok belakang,  kemudian meninggalkannya tanpa menutup jendela mobilnya.  Dia baru sadar dia kehilangan tasnya saat dia di kafe. Sepertinya pikirannya mengacu ke pamannya,  Yeom Tae Cheol.

Yeom Tae Cheol sendiri mengeluarkan tas Joonsoo dari tas stik golf.  Selama ini dia menyembunyikannya disana.  Tae Cheol membuka tas Joonsoo dan menemukan berkas Joonsoo yang ingin Joonsoo gunakan untuk mempresentasikan produknya pada investor pada saat itu.  ” Aku pikir dia hanya akan terang – terangan mewarisi kekayaan orang tuanya.  Tapi dia sepertinya tahu bagaimana cara memulai bisnis baru.  ” kata Taecheol.  Dia mendengar ada seseorang masuk ke dalam ruangannya.  Dengan terburu – Buru Tae Cheol memasukkan tas tsb ke dalam tempat sampah dan menutupinya dengan kertas – kertas.  Ternyata yang mengunjunginya adalah Seok Dae Hwang,  ayah Joonsoo yang mengajaknya makan.  Awalnya TaeCheol menyuruh Daw Hwang untuk berangkat duluan.  Dan dia sendiri akan mengurus tas Joonsoo.  Namun Dae Hwang menolak dan meminta mereka untuk berangkat bersama karena Dae Hwang sudah terlalu lapar.  Akhirnya TaeCheol terpaksa meninggalkan tas Joonsoo di tempat sampah.

19Di lorong,  mereka berdua bertemu dengan Joonsoo.  Seok Dae Hwang mengajak Joonsoo untuk makan bersama.  Namun Joonsoo menolak dengan alasan dia masih memiliki pekerjaan yang harus dia kerjakan.  Tae Cheol berjanji akan mengajak Joonsoo makan lain kali.

Ternyata Joonsoo masuk ke dalam ruangan pamannya.  Dia membuka laci meja,  lemari penyimpanan berkas,  tapi dia tak menemukan apa yang dicari.  Tepat di bawahnya ada tempat sampah di mana dalamnya berisi tas miliknya.  Dia tak dapat melihatnya karena tas tsb sudah ditutupi oleh kertas dan terlihat seperti tempat sampah biasa.

20Joonsoo bertemu dengan DanTae yang sedang menggosok giginya di wastafel. ” Wajahmu tak terlihat baik,  apa kau ada masalah? ” tanya DanTae.  Wajah Joonsoo memang terlihat sangat murung.  Joonsoo mengatakan bahwa tak ada masalah yang dialaminya.  Joonsoo melihat sikat gigi yang sedang dibersihkan oleh DanTae.  Sikat gigi itu tentu saja milik DanTae yang baru saja DanTae gunakan.  DanTae sekali lagi menawarkan bantuannya jika Joonsoo membutuhkan bantuannya.  Tanpa Joonsoo sadari,  dia melangkah mengikuti DanTae. Jonsoo memiliki niat untuk melihat dimana DanTae menyimpan sikat giginya.  ” Mengapa kau mengikuti ku kemari Joonsoo? ” tanya DanTae.  Joonsoo langsung bingung.  ” Hmm.. Aku tak menyadarinya karena asyik mengobrol denganmu.  ” kata Joonsoo.  Joonsoo melihat DanTae meletakkan sikat gigi di lacinya.

21Para petugas kebersihan membersihkan ruangan Yeom Tae Cheol.  Tanpa melihat terlebih dahulu,  petugas pembersih membawa tas yang berada di tempat sampah untuk dibuang.  Setelahnya mereka kebingungan.  Tas itu sepertinya masih Bagus dan tak mungkin Direktur Yeom berniat membuangnya.  Akhirnya mereka meminta bantuan DanTae untuk mengembalikan tas tsb ke dalam ruangan Direktur Yeom.  Mereka tak berani masuk kembali ke sana karena mungkin Direktur Yeom sudah berada di ruangannya.  DanTae pun dengan sangat senang hati membantu mereka.

22Ketika dalam perjalanan mengantar tas itu,  DanTae bertemu dengan Joonsoo.  Joonsoo tercengang ketika dia melihat tasnya ada di tangan DanTae.  ” Kau tau dari mana tas ini berada?  Ini bukan milikku.  ” kata DanTae.  Joonsoo makin gugup.  ” Apa dia melihat isi tasnya?  Apa dia sedang bercanda sekarang karena dia tahu bahwa itu adalah tasku? ” tanya Joonsoo dalam hati.  ” Ini milik Yeom Tae Cheol.  ” kata DanTae.  Joonsoo kaget karena tiba – tiba DanTae menyebut nama pamannya.  DanTae pun menceritakan asalnya mengapa tas itu berada di tangannya.  Joonsoo kemudian menawarkan diri untuk mengantarkan tas itu ke pamannya. Kebetulan,  dia juga ingin bertemu dengan pamannya dan membicarakan sesuatu.  Dengan senang hati DanTae memberikan tas itu dan membiarkan Joonsoo yang menagantarnya ke Direktur Yeom.

23Sementara Yeom Tae Cheol sendiri kebingungan karena saat dia kembali ke ruangannya,  tasnya sudah tidak berada lagi di tempat sampah.  Dia langsung mencari tahu siapa yang membersihkan ruangannya.  Wajahnya nampak panik.  ” Apakah kau mencari ini?” tanya Joonsoo.  Wajah Tae Che langsung pucat.  Shock.  Keponakannya sudah menangkapnya sekarang.  Sementara Joonsoo terus menatap pamannya tanpa ampun sambil memegang tas miliknya.

24DanTae mendapatkan peringatan karena telah ketahuan menyetir Dengan menggunakan mobil perusahaan di atas batas maximal.  Dia diwajibkan untuk membayar denda atas kesalahannya itu.  ” Apa yang membuat grim reaper itu menemuimu? ” tanya Seok Dae Hwang yang bertemu dengan Ms. Kim di lorong.  ” Grim Reaper? ” DanTae tak mengerti.  Ternyata Ms.  Kim memiliki panggilan tsb.  Karena dia selalu meminta orang membayar dan juga selalu berpakaian hitam.  Seok Dae Hwang ingin menemui nenek.  Namun sepertinya dia lupa bahwa nenek ada di rumah.  Seok Dae Hwang ingin bercanda,  namun candaannya sangat tidak lucu bagi DanTae.

25Yeom Tae Cheol ingin menjelaskan alasannya mengambil tas Joonsoo.  Kemudian Joonsoo memotongnya dengan mengatakan bahwa dirinyalah yang mengirimkan pesan ke ibunya di Arboretum. ” Jika ibuku di sana 3 menit lebih lama,  dia akan bertemu dengan Ahn DanTae.  ” kata Joonsoo.  ” Mengapa Ahn DanTae ada disana? ” tanya Tae Cheol.  Joonsoo mengatakan bahwa nenek meminta DanTae untuk menemukan dimana JunPyo. Jika DanTae menemukan ibunya dan pamannya disana,  maka mereka akan terbukti sebagai penculik JunPyo.  Tae Cheol menelan ludah.  ” Jadi jangan berpikir menghindar dan berbohong kepadaku.  Ceritakan semua kepadaku dan jawab semua pertanyaannku.  ” kata Joonsoo tegas.  Tae Cheol tak menjawab.

26” Apakah benar… Kau dan ibuku yang menculik JunPyo? ” tanya Joonsoo.  TaeCheol tak menjawab.  Joonsoo mengatakan bahwa jika pamannya tak menjawab,  maka dia akan memanggil polisi.  TaeCheol tampak menarik napasnya dan mengatakan,  ” Ya… Benar.  Aku yang menculik JunPyo.  ” kata TaeCheol mengaku.  Joonsoo memejamkan matanya dan menunduk.  Shock.  Dia meminta pamannya menceritakan semua yang terjadi.  Dari awal.  Awalnya TaeCheol tak berniat untuk menculik Junpyo.  Dia terbelit hutang. Karena keluarga JunPyo kaya,  dia hanya ingin meminta uangnya kemudian mengembalikan JunPyo. Tapi,  semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencana.  Disaat TaeCheol menitipkan JunPyo kepada Ahn Soo Young sampai dia mendapatkan uangnya,  Soo Young malah kehilangan JunPyo.  ” Itu kebenarannya Joonsoo.  Aku hanya ingin meminta uang dan mengembalikan JunPyo kepada keluarganya.. ” kata Tae Cheol bersungguh – sungguh.

DanTae bertanya pada Ms. Kim siapa saja yang mendapat hukuman denda.  DanTae berpikir ada orang lain yang akan terkena juga.  Tapi ternyata tidak ada.  Hanya dia sendiri yang tertangkap di jalan tsb.

27Joonsoo bertanya apakah pamannya mengetahui dimana JunPyo berada?. Tae Cheol mengatakan bahwa dia benar – benar tidak tahu.  Sudah 26 tahun berlalu.  Bagaimana mungkin dia bisa tahu JunPyo berada di mana?.  ” Bagaimana dengan ibu? ” tanya Joonsoo.  ” Satu – satunya kesalahan ibumu adalah,  tetap diam dan tak mengatakan kepada siapapun bahwa aku adalah penculik JunPyo.  Aku adalah saudaranya satu – satunya,  tak mungkin dia melaporkanku ke polisi.  Dari awal,  semuanya adalah ulahku. ” kata TaeCheol.  ” Aku akan melindungi ibu.  ” kata Joonsoo.  Bahkan jika dia harus menjadi tersangka,  dia akan melakukannya untuk melindungi ibunya.  Jika dia harus menjadi pembohong ataupun penipu,  dia juga akan melakukannya.  Tapi dengan begitu,  bukan berarti dia juga memaafkan apa yang dilakukan oleh pamannya.  Joonsoo juga melarang pamannya untuk mengatakan kepada ibunya bahwa dia sudah tahu semua.

28DanTae menatap kotak berisi mainan di depannya.  Itu semua adalah mainannya semasa kecil.  Nenek berharap dengan melihat mainannya,  DanTae dapat mengingat masa lalunya.  ” Mengapa kau tak membuang ini semua? ” tanya DanTae.  Nenek tak bisa membuangnya.  Nenek bahkan masih menyimpan baju dan sepatu milik JunPyo. Tapi sepertinya dia tak bisa mengingat apapun.  Nenek memaksa DanTae untuk ikut makan bersama mereka.  DanTae menolak.  ” Tak apa… ” kata nenek bersikeras.  DanTae pun akhirnya mengikuti nenek ke luar kamar menuju ke meja makan.

29Di luar,  ayah dan Ibu Joonsoo sudah menunggu mereka untuk makan bersama.  Ibu Joonsoo pun meminta asisten rumah tangga membantunya menyiapkan makan.  Dae Hwang juga mengajak DanTae ikut makan malam bersama mereka.  Nenek Joonsoo datang dengan membawa surat peringatan bagi Joonsoo.  Ternyata Joonsoo juga mendapatkannya.  Dia mengemudi melewati batas maksimal di YangPyeong.  DanTae mendengar ini langsung penasaran.  Nenek Joonsoo menyapa Dan Tae dengan ramah.  Dae Hwang mengajak ibunya makan.  Namun ditolak karena ibunya sudah makan.  Ibunyapun minta dibawakan makanan kecil ke kamar Joonsoo.  Dia ingin memainkan games favoritnya di kamar Joonsoo. Dan DanTar menawarkan diri untuk membawakan Shikhye untuk nenek Joonsoo.

30Nenek Joonsoo yang sedang bermain game di ponselnya terkejut ketika DanTae datang dengan membawa Shikhye.  ” Mengapa kau bermain permainan menarik itu secara bersembunyi? ” tanya DanTae sambil mengintip ponsel nenek Joonsoo.  Nenek Joonsoo mengatakan bahwa anak laki – laki dan menantunya tidak senang jika dia bermain permainan tsb.  Kurang elegan katanya.  Jadi dia bermain secara sembunyi – sembunyi di kamar Joonsoo.  ” Apakah kau ingin bermain denganku? ” tanya DanTae.  ” Omo.. Apa kau tau cara bermainnya?  ” tanya nenek Joonsoo sangat antusias.  Akhirnya nenek Joonsoo bergegas mengambil kartu permainan.  Sepeninggal nenek,  DanTae melihat surat peringatan mengemudi yang ditujukan untuk Joonsoo.  DanTae melihat bahwa tempat di mana Joonsoo mendapatkan sanksi adalah sama dengannya.  Jalan di dekat Arboretum,  pada tanggal yang sama.  ” Mengapa dia ada di sana pada hari itu? ” tanya DanTae dalam hati.  Tak berapa lama nenek datang dengan membawa kartu.  DanTae meletakkan kembali surat tsb dan bermain kartu dengan nenek Joonsoo.

32Joonsoo senang dirinya bisa bertemu dengan Gongshim.  Gongshim mengira bahwa Joonsoo sedang sibuk.  ” Tidak,  aku merasakan angin segar saat menelponmu.. ” kata Joonsoo.  Joonsoo merogoh saku jasnya,  dia ingin memberikan tiket Exhibition pada Gongshim.  ” Joonsoo… Terima Kasih atas tiketnya.  Aku sangat senang.  ” kata Gongshim.  Joonsoo langsung mengeluarkan tangannya.  Ekspressi wajahnya langsung berubah.  Tiket itu bukan darinya.  Gongshim pun akhirnya mengajak Joonsoo mengunjungi Exhibition itu bersama.  Joonsoo ingin mengatakan yang sebenarnya.  Tapi Gongshim terus memotong pembicaraannya dengan mengatakan,  ” Jika ada banyak hal yang kau pikirkan,  ini akan membuatmu lebih baik.  ” . Joonsoo tak bisa menolak.  Dia sebenarnya juga ingin pergi ke Exhibition itu bersama Gongshim.  Dan kesempatan itu datang.  Akhirnya Joonsoo menerima ajakan Gongshim.

Exhibition itu adalah pameran yang ingin sekali Gongshim kunjungi.  Dimana di dalamnya terdapat lukisan dan gambar – gambar yang Gongshim sukai.  Dia sangat gugup untuk masuk ke Exhibition tsb.  ” Apakah kau sangat menyukainya? ” tanya Joonsoo.  ” Ya.. Aku sangat menyukainya.. ” kata Gongshim.  Joonsoo tersenyum melihat tingkah laku Gongshim.  Dia terlihat begitu senang bisa melihat gambar – gambar favoritnya.  Mereka melihat – lihat berkeliling.  Wajah Gongshim lebih bersinar di saat dia melihat salah satu lukisan favoritnya.  ” Aku tidak percaya bisa melihat gambar ini secara nyata.  Ini semua berkat kau,  Joonsoo.  Terima Kasih.  ” kata Gongshim.  Joonsoo makin tak enak hati.  Mereka menemukan 1 gambar lucu.  Disana ada 2 orang yang hendak berangkat ke sekolah.  Gongshim mengatakan bahwa gambar itu seperti DanTae dan Joonsoo.  Joonsoo hanya tersenyum menanggapinya.

31Gongshim membelikan makanan untuk makan malam mereka.  Dia merasa tak enak pada Joonsoo karena mereka melihat Exhibition dalam waktu yang lama. Gongshim menjadi lupa waktu karena melihat Exhibition tsb.  Sedang makan malam,  Joonsoo berusaha membuat lelucon.  Namun bagi Gongshim itu sama sekali tak lucu.  Tapi Joonsoo tetap merasa senang malam itu.  Dia bisa menghabiskan waktu bersama Gongshim.  Gongshim juga terus mengucapkan terima Kasih pada Joonsoo.

33Saat Joonsoo mengantar GongShim pulang, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Dan Tae yang sedang minum sekaleng bir di taman. “ Apakah kau ingin berhenti dan menyapa dia sebentar? “ tanya GongShim pada Joonsoo. DanTae juga melihat kebersamaan mereka berdua. Akhirnya Joonsoo mengatakan bahwa tiket Exhibition itu bukan dari dirinya. Gongshim agak bingung. Joonsoo mengeluarkan tiket miliknya. “ Aku bahkan belum sempat memberikan tiket ini padamu. Aku sangat ingin melihat Exhibition itu bersamamu, jadi aku berbohong. Mungkin tiket itu berasal dari DanTae. Aku kan bicara padanya dan minta maaf. “ kata Joonsoo. Kemudian Joonsoo meminta Gongshim agar meninggalkan mereka. Dia ingin berbicara berdua dengan DanTae.

34

Joonsoo melangkah menghampiri DanTae. DanTae berusaha menyapa Joonsoo dengan ramah. Joonsoo mengatakan bahwa dirinya baru saja tiba dari melihat Exhibition bersama Gongshim. Wajah DanTae langsung berubah. Namun dia masih mencoba tersenyum pada Joonsoo. “ Kami pergi ke Exhibition dengan tiket yang berasal darimu. Dia mengira tiket itu berasal dariku. “ kata Joonsoo. Joonsoo marah pada DanTae karena dia berhasil mendahuluinya memberikan tiket Exhibition itu pada Gongshim. Joonsoo juga takut jika dia harus kehilangan Gongshim. Itu sebabnya mengapa dia berbohong. “ Apapun alasannya, aku tahu apa yang aku lakukan adalah salah. Aku malu dengan apa yang sudah aku lakukan, tapi aku tak menyesalinya. Itulah kuatnya perasaanku pada GongShim. “ kata Joonsoo. DanTae tak menanggapinya. Dengan senyum kecil, dia berpamitan pada Joonsoo dan pergi meninggalkannya.  Joonsoo tak bisa melakukan apapun.

35

GongShim menunggu DanTae lewat. Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Gongshim mengatakan bahwa dia pergi ke Exhibition dengan tiket yang DanTae berikan pada Gongshim. “ Aku sudah mendengarnya? “ kata DanTae santai. “ Apa ? Apakah hanya itu yang bisa kau katakan padaku?” kata GongShim. Gongshim berkata bahwa jika DanTae memberikan langsung tiketnya kepada GongShim, kesalahpahaman itu tak akan terjadi.  DanTae tak berkata apa – apa. Dia hanya menatap Gongshim. “ Jika kau bertingkah seperti ini, sebaiknya kau tinggalkan aku. Aku akan mengatasi masalahku sendiri. Bukan karena aku banyak tersenyum, ini tidak berat untukku..” kata Gongshim. DanTae meraih tangan Gongshim, kemudian menariknya. DanTae memeluk Gongshim. Gongshim kaget dengan perlakuan DanTae yang tiba – tiba seperti ini. Dalam beberapa saat mereka terdiam , tak mengatakan apapun. “ Aku minta maaf…minta maaf karena membuatmu sulit. Aku bahkan tak bisa mengatakan apapun untuk membantumu. Aku minta maaf…karena saat ini, hanya ini yang bisa aku lakukan…” kata DanTae.. Gongshim tak menjawab. Pelukan DanTae dirasanya semakin erat.

36

Keesokan paginya, gongShim menunggu DanTae yang lewat untuk berangkat kerja. Setelah dia melihat DanTae muncul, Gongshim berlari mendekatinya. Gomgshim mengajukan 3 pertanyaan kepada dantae. “ Apakah kau menderita penyakit mematikan? “ tanya Gongshim. Dantae langsung memasang muka bingung. “ Ah..sepertinya bukan…Apakah cinta pertamamu kembali? Karenanya kau tak bisa menerima perasaanku? Kau sibuk membandingkan aku dengannya?” tanya Gongshim lagi. “ Apa?” DanTae semakin bingung. Jadi Gongshim mengira bukan itu juga penyebabnya. Gongshim kemudian menyangka bahwa DanTae memiliki hutang. Ada debt collector yang sedang mengejar DanTae. “ Gongshim, sebenarnya apa yang kau bicarakan?’ sekarang DanTae tak sabar. GongShim pun bernapas lega. Pertanyaan itu dia tanyakan karena sikap DanTae semalam. Gongshim tak tahu apa yang sedang terjadi pada DanTae. DanTae meminta maaf tapi dia tetap tak bisa mengatakan alasan mengapa dia bersikap seperti ini pada Gongshim. Tapi Gongshim berjanji bahwa dia akan menunggu DanTae selesai dengan apa yang sedang DanTae kerjakan. Gongshim juga berjanji bahwa dia akan mencar pekerjaan dan berubah menjadi cantik. danTae menatap Gongshim sambil tersenyum. Gongshim pun pamit. Namun tanpa sengaja dia tersandung kakinya sendiri. Gongshim terjatuh. Kali ini DanTae tak sempat menolongnya. Gongshim jatuh ke tanah. DanTae segera menolongnya. Gongshim pun lari terbirit – birit karena malu. DanTae hanya menatap Gongshim sambil tersenyum lebar.

37

DanTae mengunjungi ayahnya di ICU. “ bibi, kapan ayah akan bangun? Dia akan bangun kan ya? “ tanya DanTae pada bibi Jiwoon. Bibinya pun hanya mengatakan bahwa ayahnya pasti akan bangun. Bibi Jiwoon mengatakan bahwa ada staff dari Arboretum meminta mereka untuk mengambil perlengkapan ayah DanTae. Dantae mengatakan bahwa dia yang akan kesana dan mengambil barang ayahnya.

38

DanTae datang mengunjungi Arboretum untuk mengambil barang ayahnya. Staff disana meminta DanTae menunggu karena staff mereka yang lain sedang mengambil barang Ahn Soo Young. Sambil menunggu, DanTae bertanya kepada staff yang ada di sana, sambil menunjukkan photo Joonsoo. “ Apakah kalian pernah melihat orang ini berada di sekitar sini?” tanya Dan Tae. Tapi mereka tidak ada yang pernah melihat Joonsoo.

Staff yang membawa barang Ahn Soo Young datang. Ternyata orang itu adalah, orang yang diminta Joonsoo untuk mengantarkan kertas kepada ibunya. Saat dia ditunjukkan wajah Joonsoo, bapak itu langsung mengenalinya. “ Apakah kau tahu dia? Apakah kau mengenalnya? “ tanya DanTae. Bapak itu menceritakan kejadiannya, disaat dia diminta Joonsoo untuk mengantarkan pesan kertas kepada Yeom Tae Hee. Bapak itu juga mengatakan bahwa dia juga menerima bayaran yang sangat besar untuk tugas sekecil itu. “ Aku sangat mengingatnya..” kata Bapak tsb. DanTae terlihat kesal. Namun dia mencoba tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

42Joonsoo berjalan perlahan ke meja DanTae. Membuka lacinya, kemudian mengambil sikat gigi milik DanTae disana. Joonsoo pun membawanya ke pusat uji DNS. Dia meminta agar dilakukan pengujian kepada sikat gigi milik DanTae. Apakah DNA milik DanTae sama dengan neneknya?

39

Sepertinya Dantae dan Joonsoo mencari tahu rasa penasaran mereka masing – masing. Tanpa sengaja mereka berdua bertemu di lift. Mereka saling menatap satu sama lain.

40Tatapan sebagai seseorang pria. Tanpa berkata apapun. Mereka menatap dingin satu sama lain.

41

……………………………………………………………………………..

Kdrama News

Film dan Drama Terbaru Park Bo Gum Sebelum Wajib Militer

Shinbie

Published

on

By

Park Bo-gum akhirnya secara resmi menjalani wajib militer mulai tanggal 31 Agustus kemarin. Ia akan bergabung dengan 669 perwira lain di Grup Pendidikan Dasar Militer Angkatan Laut, sebuah divisi di bawah Komando Pendidikan dan Pelatihan Angkatan Laut di Jinhae-gu, Changwon, Provinsi Gyeongsang Selatan. Sebelumnya ia sudah mendapat pelatihan dasar selama enam minggu dan kini ditugaskan untuk melanjutkan dinas militernya pada divisi budaya angkatan laut di unit tersebut.

Park Bo Gum masuk wajib militer tanpa melakukan seremoni apapun. Situasi pandemi COVID-19 menjadi alasan utama bagi Park Bo-gum untuk memastikan keselamatan semua orang. Bahkan ia tidak akan melakukan salam perpisahan pada fans, dan akan memulai wamil dengan tenang.

Wajib militer selama 2 tahun kedepan bukan merupakan waktu yang singkat. Nah, tentunya kalian akan sangat merindukan oppa kita satu ini bukan? Untuk itu, simak nih film dan drama terbaru Park Bo Gum yang akan segera tayang.

Project Park Bo Gum Sebelum Wamil

Lahir pada tahun 1993, aktor berusia 27 tahun ini melakukan debut aktingnya di drama OCN berjudul Hero (2012). Dia kemudian menjadi terkenal melalui perannya yang sempurna dalam drama, Reply 1988 (2015-2016), Love in the Moonlight (2016), dan Encounter (2018-2019).

Seo Book Korean Movie

film seo book

Sebelum wajib militer, Park Bo Gum terlibat dalam beberapa proyek dan telah menyelesaikan syuting untuk film mendatangnya berjudul Seo Bok. Pada film ini, Park Bo Gum akan berkolaborasi bersama aktor veteran Gong Yoo.

Seo Book menceritakan tentang Ki-Hun (Gong Yoo) yang merupakan mantan agen badan intelijen. Sementara Park Bo Gum memerankan Seo Bok seorang klon manusia pertama dan dia memiliki rahasia kehidupan yang kekal abadi. Ki-Hun terlibat dalam situasi berbahaya karena beberapa kekuatan yang ingin menguasai Seo Bok.

Film Wonderland

film korea wonderland

Wonderland sebuah film fiksi yang menceritakan tentang alam semesta simulasi di mana orang dapat bersatu kembali dengan orang yang mereka cintai karena tidak lagi dapat berinteraksi dengan mereka di dunia nyata. Karakter Jung Yu-Mi dan Choi Woo Shik akan mengontrol semua peristiwa yang terjadi dalam simulasi realitas ini.

Suzy dan Park Bo Gum berperan sebagai pasangan muda. Ketika karakter Park Bo Gum mengalami koma, karakter Suzy akan meminta untuk bertemu dengannya di Wonderland.

Gong Yoo, seorang suami berusia 40-an, sangat merindukan mendiang istrinya, Tang Wei, seperti halnya anaknya yang tidak bisa melupakan ibunya. Karakter Gong Yoo meminta reuni di Wonderland.

Drama Record of Youth

drama korea record of youth

drama korea record of youth

Selain kedua film tersebut Park Bo Gum juga membintangi drama korea Record of Youth yang akan segera tayang pada bulan ini. Meskipun produksi tvN dihentikan sementara, drama Park Bo Gum Record of Youth tampaknya tidak terpengaruh, dan aktor tersebut juga sudah merampungkan semua adegannya untuk keseluruhan epsiode. Namun karena menjalani wajib militer, ia tidak akan mempromosikan secara terbuka pemutaran perdana drama ini pada 7 September dengan lawan mainnya Park So-dam dan Byun Woo-seok.

Park Bo-gum dijadwalkan menyelesaikan wajib militernya pada 30 April 2022. Sabar ya fans!

Continue Reading

Kdrama News

5 Artis Ini Ternyata Nyaris Tolak Main Di Drama Populer Mereka Loh

Nur Khotimah

Published

on

Penggemar drama korea pasti setuju kalau Gong Yoo sangat cocok memerankan karakter Kim Shin di “Goblin“. Begitu juga dengan peran Park Hae Joon sebagai Lee Tae Oh di “The World of the Married“. Tapi tahukah kalian kalau Gong Yoo, Park Hae Joon, bahkan IU awalnya menolak mengambil peran di drama-drama hits mereka? Alasannya macam-macam, ada yang kurang pede hingga takut menimbulkan masalah karena pernah tersandung kontroversi. Seperti apa ulasan lengkapnya? Yuk langsung simak saja berikut ini.

1. Gong Yoo – “Goblin”

Source: tvN

Kalau bicara soal “Goblin“, pikiran kita pasti tak lepas dari sosok Gong Yoo yang memerankan karakter Kim Shin. Ia sangat sukses membawakan karakter utama drama ini hingga mencuri hati penonton. Tapi siapa sangka, awalnya Gong Yoo menolak untuk bergabung dalam drama ini. Ia tak yakin bisa memerankan karakter Kim Shin dengan baik. Saat itu, Gong Yoo juga cenderung takut untuk mengambil proyek drama. Ia lebih sering tampil di layar lebar, ketimbang layar kaca. Tapi Gong Yoo akhirnya berubah pikiran setelah ngobrol dengan penulis “Goblin”, Kim Eun Sook. Pertemuan itu membuat Gong Yoo merasa nyaman dan akhirnya menerima tawaran memainkan karakter Kim Shin. “Goblin” menjadi proyek drama pertama Gong Yoo setelah beberapa tahun hiatus dari televisi.

2. Park Hae Joon – “The World of the Married”

Source: jTBC

Bisa bayangin kalau karakter Lee Tae Oh di drama koreaThe World of the Married” diperankan oleh aktor lain? Itu hampir kejadian loh, karena Park Hae Joon awalnya ragu untuk menerima tawaran main di drama ini. Ia khawatir tidak bisa menampilkan karakter Lee Tae Oh yang kompleks dan penuh emosi ekstrem. Tapi Park Hae Joon akhirnya mengambil tawaran itu setelah ngobrol dengan sutradara Byun Young Joo. “Saat itu dia (Byun Young Joo) bilang aku bodoh kalau tidak mengambil peran tersebut. Apalagi beradu akting dengan Kim Hee Ae,” ujar Park Hae Joon.

3. Suzy – “Dream High”

Source: KBS

Suzy berperan sebagai Go Hye Mi dalam drama hits KBS, “Dream High“. Go Hye Mi adalah murid SMA yang bermimpi menjadi penyanyi opera. Karakter ini berhasil dibawakan dengan sangat baik oleh mantan member girl group Miss A itu. Tapi Suzy ternyata sempat tak pede dengan kemampuan aktingnya sehingga menolak tawaran main di drama ini. Saat itu, ia juga mengaku ingin fokus dengan karier bernyanyinya. Tapi Suzy kemudian berubah pikiran dan akhirnya menerima tawaran untuk memerankan Go Hye Mi di “Dream High”. Untung aja yah.

4. IU – “My Mister”

Source: tvN

IU pernah terlibat kontroversi Lolita di masa lalu. Penyanyi sekaligus aktris ini dituding membuat lagu yang menjurus ke pedofilia, mengusung konsep sensual di album, dan lain-lain. Hal ini rupanya membuat IU ragu untuk menerima tawaran bermain dalam drama “My Mister“. Terlebih lagi karakter IU di drama ini, Lee Ji An, diceritakan memiliki perbedaan usia yang cukup jauh dengan lawan mainnya. Ia khawatir kontroversi itu menyebabkan masalah untuk lawan mainnya di drama “My Mister”. Tapi ia akhirnya berubah pikiran setelah ngobrol dengan sang sutradara. IU pun mengambil tawaran ini dan berhasil memerankan karakter Lee Ji An dengan sangat baik.

5. Jun Ji Hyun – “My Love From the Star”

Source: SBS

Salah satu karakter Jun Ji Hyun yang ikonik dan populer adalah Cheon Song Yi dari drama “My Love From the Star“. Tapi awalnya Jun Ji Hyun menolak tawaran untuk bergabung dalam drama ini loh. Alasannya karena saat itu sang artis sudah menerima tawaran untuk main di sebuah judul film. Tapi kemudian muncul konflik dengan jadwal film tersebut dan akhirnya Jun Ji Hyun memutuskan untuk menerima tawaran untuk main di drama “My Love From the Star”.

Meski sudah memiliki jam terbang tinggi, para artis di atas ternyata masih sering enggak pede dengan kemampuannya ya. Ini menunjukkan betapa rendah hatinya mereka. Beruntung mereka akhirnya mengambil tawaran main di drama-drama populer itu yah.

Continue Reading

Kdrama News

Apes, Proses Syuting 6 Drama Ini Sempat Dihentikan Karena Kondisi Tak Terduga

Nur Khotimah

Published

on

Proses produksi drama Korea tak selamanya berjalan mulus. Sejumlah drama harus menghadapi situasi sulit bahkan sebelum ditayangkan hingga akhirnya terpaksa dibungkus. Masalah juga kadang dihadapi di tengah proses produksi. Seperti yang akan kita bahas di artikel ini. Di mana deretan drama berikut ini menghadapi kondisi tak terduga hingga terpaksa menghentikan proses syuting.

1. “Chimera”

Source: Hancinema

Chimera” seharusnya mulai tayang pada paruh kedua tahun 2019. Tapi proses syuting drama ini terpaksa dihentikan karena penulis naskah dilecehkan secara seksual oleh seorang staf. Peristiwa ini tim “Chimera” makan malam bersama pada 15 Juni 2019. Tak hanya dilecehkan, sang penulis juga trauma atas perbuatan seorang produser drama ini. Di mana sang produser justru menyalahkan penulis naskah atas pelecehan seksual yang dialaminya.

“Memang benar kami menghentikan pembuatan drama karena kasus pelecehan seksual yang terjadi pada 15 Juni. Pelaku pelecehan seksual ‘A’ dan produser ‘C’ yang menyebabkan trauma kepada korban telah dihentikan,” ujar pihak JS Picture selaku perusahaan produksi “Chimera”. “Tim pengarah dan produksi membuat permintaan maaf kepada staf dan menyampaikan obrolan grup kami. Saat ini kami sedang mencari cara untuk memperbaiki masalah tersebut.”

2. “Return”

Source: SBS

Return” merupakan drama yang populer dan berhasil meraup rating tinggi di tahun 2018. Tapi drama SBS ini tersandung masalah besar di tengah penayangannya karena sang pemeran utama, Go Hyun Jung, berseteru dengan sutradara. Keduanya dikabarkan berselisih pendapat tentang tujuan drama dan pengembangan karakter. Tak hanya cekcok, Go Hyun Jung juga dikabarkan memukul dan berkata kasar kepada sang sutradara di hadapan para staf.

Akibat kontroversi ini, proses syuting “Return” sempat dihentikan. Posisi Go Hyun Jung pun langsung digantikan oleh Park Jin Hee. Hengkangnya Go Hyun Jung sempat diprediksi akan membuat rating “Return” anjlok saat tayang lagi pada pertengahan Februari 2018. Tapi ternyata prediksi tersebut salah, karena rating “Return” hanya mengalami penurunan tipis. Drama ini juga terus melanjutkan proses syuting hingga episode terakhir setelah melewati konflik besar itu.

3. “Spy Myung Wol”

Source: KBS

Proses syuting “Spy Myung Wol” sempat dihentikan gara-gara sang pemeran utama, Han Ye Seul, mendadak pergi ke Los Angeles, Amerika Serikat. Ia diam-diam terbang ke Los Angeles pada 15 Agustus 2011 tanpa memberi tahu siapapun, termasuk pihak agensi. Han Ye Seul baru kembali ke Korea Selatan setelah 48 jam berada di Los Angeles.

Kepada media, Han Ye Seul mengaku kelelahan dengan proses produksi drama “Spy Myung Wol” yang sangat ekstrem. Aktris cantik ini kabarnya harus kerja berjam-jam dan melakukan syuting sepanjang malam. Kondisi itu membuat Han Ye Seul kelelahan secara fisik dan mental sehingga memutuskan untuk melarikan diri ke Los Angeles di tengah proses syuting. Ia pun sempat menjadi menuai kritikan pedas dari netizen Korea akibat keputusannya ini.

4. “20th Century Boy and Girl”

Source: MBC

20th Century Boy and Girl” terpaksa menghentikan proses syuting dan mengundur jadwal tayang perdana karena aksi mogok yang dilakukan oleh karyawan MBC pada 2017. Aksi ini dilakukan untuk melengserkan Kim Jang Gyum selaku pimpinan MBC karena diduga korup. Selama menjabat, Kim Jang Gyum dianggap membuat peraturan sensor yang terlalu ketat, bias, dan cenderung menguntungkan pemerintahan mantan presiden Park Geun Hye.

The Korea Times pernah mengabarkan bahwa staf MBC dipaksa untuk mengedit dan menghapus tayangan berita yang menunjukkan keluarga korban tenggelamnya kapal Sewol sedang menangis. Bukan hanya MBC, stasiun televisi KBS dan SBS juga mendapat tudingan yang sama saat itu. Park Geun Hye diduga menggunakan kekuasaannya untuk mengontrol pemberitaan negatif tentang dirinya di tiga stasiun televisi publik tersebut.

5. “Wolf”

Source: MBC

Wolf” adalah drama tahun 2006 yang dibintangi oleh Eric Moon dan Han Ji Min. Setelah menayangkan tiga episode, drama ini dihentikan sementara karena Eric dan Han Ji Min mengalami kecelakaan saat syuting. Kala itu mobil yang seharusnya berhenti tepat di depan Eric dan Han Ji Min justru terus melaju hingga menabrak keduanya. Rencananya proses syuting akan dilanjutkan setelah kondisi keduanya membaik. Tapi rencana itu tak pernah terwujud dan proses syuting “Wolf” tidak dilanjutkan.

6. “Hi Bye, Mama”

Source: tvN

Kondisi kurang menguntungkan juga dialami “Hi Bye, Mama“. Pada 1 Maret 2020, pihak produksi mengabarkan bahwa salah satu staf mereka mengalami gejala COVID-19. Staf tersebut dikabarkan langsung mengisolasi diri setelah merasakan gejala-gejala mirip COVID-19. Kondisi ini membuat proses syuting “Hi Bye, Mama” sempat dihentikan demi menjaga kondisi staf serta para pemain.

Beruntung penundaan ini tak berlangsung lama karena staf tersebut akhirnya dinyatakan negatif COVID-19. “Staf yang menunjukkan gejala-gejala COVID-19 dinyatakan negatif setelah melakukan pemeriksaan. Jadi kami akan melanjutkan syuting (‘Hi Bye, Mama’),” ujar perwakilan tvN kepada Sport Donga.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Sinopsis Drama

Review Film

Trending