Connect with us

Film Korea

Review Film Korea The Intruder, Ketegangan yang berakhir Sia-sia

rian ciung

Published

on

review film the intruder

The Intruder, Film korea Thriller dengan ketegangan maksimal di paruh pertama, Akting dingin Song ji Hyo yang memukau, tetapi sayangnya diakhiri dengan plot twist yang kurang nendang.

Kata keluarga dianggap identik dengan rumah, kasih sayang dan kehangatan yang memunculkan perasaan damai. Apakah kemudian dapat menerima orang asing, meskipun dikatakan memiliki hubungan darah? Ia masuk ke dalam keluarga dan secara bertahap merusak tatanan yang ada, bagaimanapun ini akan memicu konflik.

Tiba-tiba saudara yang telah lama hilang kembali pulang ke rumah. Inilah inti dari kisah film Intruder, sebuah film thriller misteri yang menjadi debut dari sutradara Son Won Pyung, yang juga merupakan penulis best seller dengan bukunya Almond. Selain itu, film ini menjadi sorotan ketika Song Ji Hyo dan Kim Moo Yeol mengonfirmasi penampilan mereka.

Plot Film Intruder

review film intruder

korea herald

Film ini bercerita tentang apa yang terjadi ketika seorang saudara perempuan yang hilang 25 tahun lalu, tiba-tiba pulang ke rumah. Seo-jin yang diperankan oleh Kim Mu-yeol adalah seorang arsitek terkenal yang menderita psikoneurosis setelah terpukul karena menyaksikan kematian istrinya dalam kecelakaan mobil. Selain itu dia juga punya perasaan bersalah setelah kehilangan adik perempuannya 25 tahun lalu karena kesalahannya. Ia harus menerima psikoterapi untuk mengatasi penderitaanya tersebut.

Suatu hari, ia mendapat telepon dari petugas kesejahteraan sosial yang mengatakan telah menemukan saudara perempuannya yang hilang, Yoo-jin (Song Ji-hyo). Kedatangan saudara perempuan yang tidak diketahui asalnya ini membuatnya merasa curiga. Seo Jin kemudian mulai menggali rahasianya dan menghadapi kenyataan yang mengejutkan.

Yoo-jin berprilaku sangat ramah, sehingga Orang tua dan putrinya yang berusia 6 tahun langsung menyambut dan menerimanya sebagai anggota keluarga. Namun tidak demikian dengan sang kakak yaitu Seo-jin yang justru merasa tidak nyaman dengan perilaku Yoo-jin. Seiring berjalannya waktu, Seo-jin menjadi curiga terhadap Yoo-Jin yang menolak untuk mengungkapkan apa yang dia lakukan selama 25 tahun terakhir selama menghilang.

Yoo-Jin secara bertahap mulai mengambil alih keluarga, dari mengubah interior rumah, hingga mengganti pengurus rumah tangga yang telah lama bekerja dengan kenalannya sendiri. Sementara itu kondisi orang tua dan putrinya perlahan menjadi sangat lemah dan seperti terhipnotis.

Seo-Jin mulai mengungkap rahasia Yoo-jin demi menyelamatkan orang tua dan anaknya. Tetapi ternyata keputusannya ini menghadapi reaksi keras dari keluarga yang justru membuatnya dituduh menyimpan kecurigaan yang tidak berdasar terhadap adik perempuannya yang ramah dan cantik.

Menarik di Awal, Penuh Ketegangan di pertengahan, Tapi gagal klimaks di Penghujung Film.

review film intruder song ji hyo

soompi

Film ini menampilkan kondisi kontras yang sempurna antara skeptisisme Seo-jin kepada saudara perempuannya dan perilaku misterius Yoo-jin yang memiliki ekspresi bermuka dua selama paruh pertama film. Ini membuat penonton diliputi pertanyaan dan ketegangan melalui insiden-insiden yang berulang terjadi di rumah selepas Yoo-Jin datang.

Ketegangan semakin berkecamuk ketika Yoo Jin telah menjadi “kepala” keluarga, dan Seo Jin, yang mempertanyakan identitasnya sekarang justru dianggap sebagai “penyusup”.  Bahkan scene ketika Seo Jin sedang menjalani perawatan psikiater itu sangat membingungkan penonton. Apakah kecurigaannya dirinya ini sebatas khayalan atau benar-benar terjadi?

Hingga pertengahan, film ini sangat sempurna menjebak penonton dalam dugaan dan rasa penasaran. Seperti naik roller coaster! Begitu banyak hal terjadi yang membuat penonton tidak bisa berkata-kata.

Namun sayangnya, Intruder gagal menahan ketegangan ini sampai akhir. Sutradara Son Won Pyung seolah tidak memberikan waktu kepada penonton untuk menemukan jawaban dari pertanyaan “Apakah Seo Jin atau Yoo Jin, siapa yang mengatakan yang sebenarnya?” Karena justru membuka semua rahasia secara blak-blakan. Ketegangan yang sudah terbangun rasanya menjadi sia-sia dan lenyap sama sekali. Twist yang seharusnya menjadi puncak klimaks, justru malah menjadi bagian yang menghancurkan segalanya.

Akting yang Apik dari Song ji Hyo dan Kim Moo Yeol

song ji hyo

wajah sendu song ji hyo
soompi

Terlepas dari beberapa plot hole dan ending yang kurang maksimal, tetapi penampilan para aktor justru paripurna. Kim Moo Yeol, yang memerankan Seo Jin terlihat sekali sebagai seorang yang frustasi karena kecemasan serta rasa sakit yang dideritanya. Sementara Song Ji Hyo, dengan akting dinginnya itu seolah membawanya kembali pada saat ia membintangi film thriller Whispering Corridors 3: Wishing Stairs, 17 tahun lalu. Ekpresi dingin dan manipulatif itu menunjukan bahwa ia seorang aktris yang hebat.

Spoiler alert! Bagaimana endingnya?

Di bagian akhir film tampak Kim Mo Yeol memegang laporan hasil test DNA, ia kemudian menghancurkan file itu. Apakah Song Ji Hyo adalah adik yang sesungguhnya? mengingat saat perkelahian ia gagal menebak warna balon yang dipegangnya saat ia hilang. Bagaimana menurut kalian?

Secara keseluruhan Filmnya cukup bagus, Seting cerita di awal hingga pertengahan begitu menghibur, begitupun akting pemainnya yang terlihat sempurna. So, menontonnya di waktu luang bukan merupakan pilihan yang buruk.

Film Korea

Review Film Korea The Swordsman, Kala Jang Hyuk Bertarung Dengan Joe Taslim

rian ciung

Published

on

the swordsman review

The Swordsman adalah film aksi korea dengan ketegangan yang intens. Sebelumnya ada sejumlah film Korea berlatar sejarah yang mencoba memasukkan unsur seni bela diri dan pertarungan pedang seperti Shadowless Sword (2005), The Sword with No Name (2009), dan Memories of the Sword (2015). Film-film tersebut meski memiliki visual yang memukau, tetapi terasa lebih kuat kisah dramanya daripada sebagai film aksi dengan perkelahian yang brutal. The Swordsman (2020) adalah Film Korea dengan perpaduan yang tepat antara aksi pertarungan pedang yang brutal, perkelahian jarak dekat dan kisahnya yang apik sehingga akan memuaskan penggemar film aksi klasik.

The Swordsman lebih condong sebagai film seni bela diri yang mengutamakan aksi dan pertarungan daripada plot yang dapat diprediksi. Cerita bergerak dengan kecepatan yang tepat sehingga mampu mengemas urutan aksi yang luar biasa. Tidak ada kisah picisan atau adegan perkelahian serampangan yang berlebihan, penonton langsung dihadapkan kedalam kisah yang intens dan mendebarkan.

The Swordsman diproduksi sekitar tahun 2017, ada jeda hampir 3 tahun sampai perilisannya di tahun 2020 ini. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Choi Jae-Hoon sebagai proyek debutnya, walaupun begitu ia benar-benar tahu cara membuat film yang bagus.

Plot Film The Swordsman

pertarungan janghyuk

pertarungan tongkat janghyuk

The Swordsman mengambil latar kisah jaman Joseon. Setelah kudeta untuk menggulingkan raja, pendekar pedang terbaik Joseon dan pengawal setia mantan raja, Tae-yul (Jang Hyuk), meninggalkan posisinya untuk memulai kehidupan baru dalam kesunyian yang tenang di pedesaan. Tae-Yul adalah orang yang sedikit bicara tetapi memiliki karakter yang kuat.

Ia adalah seorang pejuang yang melepaskan pedangnya karena masa lalu yang menyakitkan. Pada awalnya ia melawan musuh dengan tongkat, menggagalkan penjahat tanpa menghunus pedangnya dan hanya menatap mereka, membuktikan keterampilannya sebagai seorang pejuang yang memiliki belas kasih. Jika memungkinkan ia lebih suka menghindari perkelahian, bahkan pada suatu waktu bersedia berlutut demi keselamatan putrinya.

minhyuk btob

minhyuk btob

Minhyuk BTOB memerankan Tae-Yul muda, ia menjadi pendekar pedang yang tangguh. The Swordsman menandai debutnya di layar lebar, dan di sini, MinHyuk memamerkan kemampuan aktingnya dengan ekspresi wajah yang kuat, gerakan yang cepat, dan tatapan yang intens.

review film the swordsman

tae ok

Tae-Yul memiliki ikatan kuat dengan putrinya yang ceria, Tae-Ok diperankan oleh Kim Hyun-Soo. Dia sangat peduli pada ayahnya dan menghormatinya. Melalui Tae-Ok, film ini terkadang memberikan kita jeda dari aksi dan membuka sisi dramanya dengan petualangannya menuruni gunung dan bermain-main di jalanan pasar yang penuh warna.

Bertahun-tahun kemudian, Tae-yul mulai kehilangan penglihatan yang akut sehingga dia dan putrinya Tae-ok (Kim Hyun-su) mulai mencari pengobatan di sebuah desa. Di sana, mereka bertemu dengan sekelompok gerombolan penjahat tanpa belas kasih yang berasal dari Chung-nara (Dinasti Qing). Mereka meneror penduduk desa Joseon dengan uang tebusan untuk istri dan anak perempuan mereka yang diculik untuk dikirim sebagai hadiah ke kekaisaran Qing.

joe taslim the swordsman

joe taslim the swordsman

Tidak seperti Tae-Yul, Gurutai adalah seorang yang bengis dan banyak bicara. Joe Taslim, seorang aktor dari Indonesia tampil mengesankan. Ia mampu mengucapkan dan menyampaikan setiap kata tanpa tersendat-sendat dan bahkan berhasil memasukan intonasi yang pas. Terlebih lagi, ini pertama kalinya ia melakukan aksi dengan pedang, namun mampu mengeksekusi gerakan dengan sempurna dan menunjukkan kehebatan seni bela dirinya yang sebenarnya.

Gurutai Memimpin trio bandit kejam dan sekelompok bandit, mereka meneror desa Joseon dengan penculikan budak dan petugas keamanan Joseon tidak punya pilihan selain menutup mata karena takut tindakan balasan dinasti Qing. Trio bandit menyerbu dengan brutal, mereka melakukan pemukulan tanpa ampun terhadap penduduk desa yang tidak berdaya dengan biadab. Tae-Yul yang tadinya ingin hidup tenang, terpaksa harus menggunakan pedangnya kembali untuk menyelamatkan putrinya yang terjebak dalam perdagangan budak. Ia kembali bertarung dengan kejam dan melibas semua penjahat tanpa ampun.

Pertarungan Pendekar Pedang Setengah Buta Jang Hyuk & Joe Taslim

Aksi pertarungan mencapai klimaksnya ketika Tae-Yul memasuki ke kediaman Lee Mok-Yo (seorang bangsawan yang tidak bermoral yang diperankan oleh Choi Jin-Ho), disana ia menghadapi gelombang tak berujung pasukan Gurutai. Hanya dengan pedang, ia mampu melumpuhkan sekelompok pembunuh bertopeng seperti ninja. Di tengah semua aksi di The Swordsman, kita melihat tensi yang meningkat hingga pertarungan terakhir ketika Tae-Yul berhadapan dengan Gurutai. Benar-benar menegangkan melihat tebasan pedang yang intens dari dua orang yang memiliki keterampilan pedang terbaik. Saking serunya, kita akan merasa adegan pertarungan ini seolah-olah berakhir terlalu cepat dan ingin melihat lebih banyak pertarungan lagi diantara keduanya.

Tae-yul (Jang Hyuk) memakai pedang yang menyerupai tongkat kayu sederhana yang dirancang secara unik untuk melawan musuh dengan cara yang tidak mematikan. Tetapi ketika terhunus ini adalah pedang bermata dua yang sangat berbahaya, pedang ini ia dapatkan dari Seung-ho (Jung Man-sik). Panjangnya sedang dan bercabang di ujungnya, memungkinkan dia untuk secara efektif melumpuhkan lawannya dan lincah untuk menangkis, dan menebas musuh yang datang tanpa henti. Senjata ini mencerminkan bagian dari jiwa Tae-yul yang ditempa dalam bayang-bayang kekalahan yang tidak pernah bisa dia lupakan selama bertahun-tahun yang lalu. Saat berkomitmen untuk hidup damai dengan putrinya, dia tidak ingin lagi kekerasan dan bertarung dengan sarung pedang.

The Swordsman, Film yang Hebat

The Swordsman adalah film yang mampu menyajikan sisi drama sejarah dan aksi seni bela diri dalam komposisi yang pas. Nyaris tidak pernah ada momen yang membosankan di The Swordsman. Pada paruh pertama ada nuansa hangat dan menghibur yang didedikasikan untuk membangun karakter protagonisnya. Selanjutnya, pertarungan pedang dan seni bela diri klasik mulai hadir dan akhirnya mengambil alih The Swordsman saat para penjahat mengusik ketentraman. Tindakan kejam mereka memaksa Tae-yul untuk menghunus pedangnya untuk melawan. Ini menciptakan serangkaian adegan aksi dan pertarungan epik yang berujung pada pertarungan terakhir yang menegangkan.

Selain itu, selain dari koreografi pertarungannya yang epik, film ini juga memperhatikan detailnya dengan cermat. Desain kostum untuk karakter utama tampak sederhana namun efektif dalam menggambarkan kepribadian dan status mereka. Bahkan riasannya sangat bagus dan konsisten, memberikan perhatian khusus pada luka menjadikannya terasa realistis.

Continue Reading

Film Korea

Sinopsis Film Korea More Than Family

rian ciung

Published

on

Film Korea terbaru ini berjudul “More Than Family“, film drama komedi yang mengisahkan lika-liku sebuah keluarga di Korea Selatan. Bagaimana bingungnya si cantik Krystal menghadapi situasi yang pelik dengan kehamilan yang tidak diharapkannya. Ini adalah gambaran keadaan dari keluarga biasa dengan berbagai intrik yang membuat kita penontonnya memahami arti penting dari sebuah keluarga. Dengan tema yang tidak terlalu berat, rasanya More than Family akan sangat menyenangkan untuk ditonton.

Detail Film More Than Family

Movie: More Than Family (English title)
Revised romanization: Aebigyuhwan
Hangul: 애비규환
Director: Choi Ha-Na
Writer: Choi Ha-Na
World Premiere: October, 2020 (Busan IFF)
Release Date: November, 2020
Runtime: 110 min.
Genre: Family
Distributor: Little Big Pictures
Language: Korean
Country: South Korea

Sinopsis Film Korea “More Than Family”

Saat To-Il (Krystal Jung) berusia 5 tahun, ibunya menikah lagi. Setelah itu, keluarga tersebut meninggalkan Daegu dan mulai tinggal di Seoul. Saat To-Il berusia 21 tahun dan menjadi seorang mahasiswi yang juga pengajar les privat. Ia berkencan dengan Ho-Hoon yang berusia 19 tahun (Shin Jae-Hwi), ia merupakan murid les privat To-Il. Dia hamil olehnya dan menyembunyikan kehamilannya selama lima bulan.

Ketika ia memutuskan untuk menjalani tahap untuk melakukan aborsi, To-Il memberi tahu ibunya (Jang Hye-Jin) dan ayah tirinya (Choi Duk-Moon) bahwa dia hamil. Dia membawa Ho-Hoon ke hadapan orang tuanya tersebut dan mengatakan kepada mereka bahwa dia akan menikahi si pelajar itu. Tentu saja Ibu dan ayah tirinya tidak merasa senang dengan situasi ini, mereka sangat kecewa. Setelah mendapati reaksi ibu dan ayah tirinya, To-Il memutuskan untuk menemukan ayah kandungnya. Dalam perjalanannya tersebut, banyak makna keluarga yang kemudian menyadarkan To-Il.

Pemeran Film Korea More Than Family

Krystal atau Jung So Jung, sebelumnya dikenal sebagai anggota idol grup F(x), kini ia merambah dunia akting dengan membintangi sejumlah drama dan film. Dalam “More Than Family” ia memerankan karakter To-Il seorang mahasiswi yang mengisi hari-harinya dengan bekerja paruh waktu sebagai guru les privat. Ia melakukan hubungan terlarang dengan Ho-hoon salah seorang murid lesnya. Keadaan makin pelik ketika usia kehamilan memasuki usia 5 bulan, ia memutuskan mencari ayah kandungnya dan justru menemukan makna sejati dari sebuah keluarga.

Jang Hye Jin ini merupakan aktris yang serba bisa. Ia menjadi sosok ibu-ibu sinis di film Parasite, lalu dengan kemampuan aktingnya yang memukau ia menjadi sosok ibu yang absurd dan kocak dalam drama Crash Landing on You. Lalu kini ia akan menjadi ibu To-Il yang sedang hamil 5 bulan dan dilanda kegalauan.

Ia sangat sering tampil dalam banyak drama dengan peran-peran kecilnya, Choi Duk Moon kali ini memerankan ayah tiri dari To-il. Dengan mimik mukanya yang lucu, rasanya tidak sulit bagi dirinya terlibat dalam film More than Family yang memang bergenre komedi.

Shin Jae Hwi adalah aktor yang tengah naik daun, ia sebelumnya muncul dalam drama “The Good Detective, Nobody Knows, dan Class of Lies“.

Poster dan Trailer

 

Continue Reading

Film Korea

Review “Peninsula”, Film Action yang Menghibur Tapi Gagal Sebagai Sekuel Train to Busan.

rian ciung

Published

on

review film peninsula

Review Film Korea Peninsula: Train to Busan 2. Jika kamu menonton film ini dengan harapan akan menikmatinya seperti “Train to busan“, mungkin kamu akan kecewa. Sebagai sekuel Peninsula terasa gagal menghadirkan sensasi yang sama seperti ketika menonton pendahulunya itu. Ini seperti gabungan beberapa ide cerita yang kemudian justru menghilangkan tema besar yang di inginkan oleh penonton.

Train to Busan, tidak dapat disangkal adalah film Zombie yang luar biasa, unik dan begitu mengaduk perasaan. Ceritanya mungkin sederhana, namun itu penuh adegan yang emosional dan menggiring penonton untuk merasakan ketakutan dan stres sebagaimana Gong Yoo yang berjuang menyelamatkan anak kesayangannya.

Peninsula Penuh Aksi Namun minim Chemistry

film korea peninsula

imdb

Peninsula berlatar kisah empat tahun setelah peristiwa wabah zombie melanda. Seorang tentara bernama Han Jun Suk (Gang Dong Woon) mencoba membawa kakak, ipar dan keponakannya menaiki sebuah kapal untuk meninggalkan semenanjung Korea Selatan. Di perjalanan ia dihentikan oleh pasangan yang menginginkan tumpangan, namun Jung Suk dengan dingin tidak memedulikannya.

Kapal pun kemudian berlayar, namun tanpa dinyana dalam ruangan yang ditempati oleh kakak dan keponakannya ada seseorang yang terinfeksi. Jung Suk yang sedang bertanya kepada kapten tentang tujuan kapal yang berubah, kemudian bergegas menuju ruangan tersebut. Terlambat, keponakannya sudah terinfeksi, dan kakak perempuannya justru memutuskan untuk tetap diruangan itu dan tidak tertolong.

Ia bersama kakak iparnya selamat mencapai Hongkong. Setelah kejadian ini, semua Negara menutup akses bagi Korea Selatan. Itu adalah 10 menit pertama dari film Peninsula yang berhasil menguras emosi penonton. Namun, kisah yang bergulir setelahnya benar-benar sangat disayangkan. Jung Suk yang diliputi rasa bersalah justru kemudian terlibat dalam operasi mengambil sebuah truk penuh uang dari Korea Selatan.

Dari kisah menyelamatkan keluarga menjadi pemburu Uang?

imdb

Dia kembali ke semenanjung Korea yang sekarang pada dasarnya tertutup dari dunia luar. Bersama kakak ipar dan dua orang kru ia harus menemukan sebuah truk yang berisi dengan tas penuh uang tunai dan membawanya kembali ke Hong Kong. Mereka berangkat menggunakan kapal laut untuk mendarat di Incheon lalu kemudian menuju ke Seoul untuk menyelesaikan misi mereka.

Misi berjalan mulus namun kemudian mereka disergap oleh sekelompok milisi yang dikenal sebagai Unit 631 yang dipimpin oleh Sersan Hwang (Kim Min-jae) dan Kapten Seo (Koo Kyo-hwan) yang mengambil kakak iparnya. Sementara Jung-seok mampu melarikan diri dengan bantuan dua gadis di dalam mobil. Dia kemudian bertemu ibu mereka Min-jung (Lee Jung-hyun) yang ternyata seorang wanita yang meminta tumpangan 4 tahun lalu. Mereka bekerja sama untuk mencoba dan mengambil uang, menemukan Cheol-min, dan keluar dari semenanjung.

imdb

Pada akhirnya, cerita hanya bergulir pada usaha mereka menemukan uang itu. Nyaris tidak ada adegan yang bisa bisa membuat kita merasa terikat dengan sang tokoh utama. Kita hanya disuguhi oleh adegan-adegan intens seperti pengejaran mobil yang justru mengingatkan kita pada kisah Mad Max: Fury Road atau malah Fast and Furious.

Pemeran Film Peninsula

Gang Dong-won yang sebelumnya berakting dalam film “Woochi dan Vanishing Time: A Boy Who Returned” tampil dengan baik. Ia membawa persona seorang yang tangguh dan frustasi disaat yang bersamaan kedalam karakter utama. Lee Jung-hyun (The Battleship Island) berperan sebagai ibu dari dua anak perempuan yang manis (Lee Re, Lee Ye-won).

Kim Min-jae (Veteran) sebagai tokoh antagonis utama rasanya kurang terlihat garang dan menyeramkan. Sementara Koo Kyo-hwan (Maggie) sebagai Kapten Seo justru terlihat pas sebagai karakter yang licik.

Spoiler Alert!!, Ending yang terlalu indah

film korea peninsula

kamu ngapain tentara PBB? film korea peninsula

Banyak adegan klise, dan tidak masuk akal yang membuat saya merasa gregetan. Entah mengapa di saat-saat krusial Jung Suk punya waktu bengong beberapa detik saat merasa sedih bahkan ketika dia dikelilingi oleh tentara atau zombie di segala arah. Alih-alih bersimpati, penonton akhirnya malah tertawa karena itu sangat konyol.

Termasuk adegan di penghujung film yang tiba-tiba datang helikopter penyelamat. Mayor Jane betulan eksis, harus banget datang hari ini? Sang ibu memutuskan untuk berlari belakangan dan tertinggal. Ia akan bunuh diri, orang-orang hanya terdiam termasuk para pasukan PBB. Adegan berlangsung slow motion, orang-orang masih diam, anak-anak menangis histeris.

Lalu tiba-tiba Jung Suk berlari dengan heroik bermaksud menyelamatkannya, sebagai penonton ingin rasanya teriak “lha, tadi ngapain aja bambang!” Mayor Jane dari PBB, dialog dan cara dia berlari benar-benar lucu.

Peninsula Film Action yang Bagus, tapi tidak Sebagai Sekuel Train to Busan.

Film Peninsula dipenuhi oleh adegan aksi, tembak-menembak, kebut-kebutan dan juga perkelahian jarak dekat. Ketika menonton, kita rasanya akan sepakat ini adalah film aksi yang cukup menghibur. Ada banyak adegan yang terlihat mirip Mad Max, Doomsday, Fast n Furious. Pengejaran mobil dengan kecepatan tinggi, mobil terbalik, melayang dan hancur terihat di sepertiga bagian akhir film. Apakah ini menghibur? Oya, tentu. Tapi bagi mereka penggemar Train to Busan seperti saya, ini terasa mengecewakan.

Zombie tampaknya hanya hadir untuk terbang di udara dan tertabrak mobil. Kita tidak merasakan ketakutan apa pun atau horor dalam film ini. Ceritanya yang gampang ditebak dengan formula usang yang sudah banyak kita temukan di film-film lain. Tidak ada emosi, chemistry dan yang paling penting “Peninsula” tidak memiliki kedalaman karakter yang sama seperti yang pertama. Inilah yang membuatnya akan lebih mudah untuk dilupakan. Andai saja tidak hadir sebagai sekuel dari “Train to Busan” mungkin kita akan lebih memakluminya.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Sinopsis Drama

Review Film

Trending