BERBAGI

Mobil berwarna hijau melaju di tengah kota Seoul. Pengendaranya adalah lelaki muda dengan dandanan rapi dan memiliki mata yang tajam. Lelaki itu sedang mendengarkan kasus hukum di radio mobilnya.

1Sementara itu pengacara Song ( pengacara ini sempat menjadi pengacara publik yang membela ayah Jinwoo sewaktu pertama kali sebelum digantikan oleh Park Dongho ) gugup menunggu kedatangan Jinwoo. Persidangan akan segera dimulai, namun Jinwol tak segera datang. Dia menelpon kantor. Managernya mengatakan bahwa Jinwoo akan datang terlambat ke persidangan dan meminta tolong Pengacara Song mewakili pengacara Seo sampai dia tiba. Pengacara Song protes. Penyakitnya yang gagap belum Sembuh. ” Kita tak bisa melakukan apapun. Bagaimanapun juga kai tetap pengacara. Jika kau ingin terus bersama pengacara Seo dan ingin disembuhka. Kau tak punya cara lain. Kau lalukakan saja..” kata Si Manajer. Pengacara Song pun kesal tak karuan.

2Dengan gagap pengacara Song mencoba untuk menjalani sidang kasus tsb. Kasus yang akan ditangani adalah kasus tuduhan kemanusiaan. Ada seorang pekerja yang meninggal. Keluarganya menggugat perusahaan tempat suaminya bekerja dengan tuduhan memperkerjakan orang secara kejam. Bekerja di luar jam kerja dan tanpa adanya bayaran lembur. Dengan tergagap-gagap, Pengacara Song menanyai istri korban perihal ini. Pengacara Song menanyakan apakah mendiang suaminya diminta bekerja 90 jam setiap harinya? Istri korban mengiyakan. ” Apakah dia menerima bayaran lembur?” tanya pengacara Song lagi. ” Tidak….tidak sama sekali. Tak sekalipun dia menerimanya. ” jawab Istri korban.

3Seo Jinwoo memarkir mobilnya di halaman kantor sidang. Jinwoo melewati sekelompok demonstran yang sedang menyorakkan tentang keadilan hukum. Dengan santai, Jinwoo melangkah memasuki ruang sidang.

4Pembela istri pekerja itupun menanyakan tentang penyakit si mendiang. Istri mendiang mengatakan bahwa suaminya memiliki hepatitia B dan semakin memburuk semenjak dia bekerja di villa. Istrinya pun mengatakan bahwa perusahaan tidak akan memperpanjang kontraknya jika dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Sambil menangis, istri mendiang memceritakan kesedihan suaminya. Pengacara Song sempat bedebat, namun akhirnya kalah karena pembela memiliki catatan record medis mendiang. Pengacara Song merasa stress. Sedang saat seperti itu, Jinwoo membuka pintu ruang sidang dan melangkah maju. Pengacara Song pun terlihat lega. ” Maaf, aku datang terlambat…” kata Jinwoo.

5Jaksa Lee In Ah sedang memeriksa TKP. Dia akan menangangani kasus pencurian di apartemem tsb. Petugas kepolisian yang berjaga di sana yang tidak mengenal siapa In Ah, merasa terganggu karena Lee In Ah sudah melanggar area mereka. Setelah Lee In Ah menunjukkan ID Card bahwa dia seorang jaksa barulah sikapl mereka agak melunak. Namun ternyata sepertinya para petugas tsb tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan hal ini ketahuan oleh In Ah. Dengan sindiran, In Ah mengatakan bahwa dia akan melaporkan tingkah mereka kepada atasan mereka.

6Jinwoo memulai pembelaannya. Dia membeberkan bukti yang menguatkan bahwa mendiang pekerja yang meninggal itu bukan karena kerja yang berlebihan. Jinwoo bahkan membawa majalah terpercaya yang bisa menjadi bukti. Di majalah kesehatan tsb dijelaskan bahwa kelelahan tidak bisa mengubah penyakit hepatitis B menjadi kanker hati. ” Lagipula, mendiang memiliki hak untuk menolak lemburan tsb. ” kata Jinwoo. ” Sudah kukatakan kepadamu, jika dia tidak menuruti perintah, maka dia akan dikeluarkan…” kata Istri mendiang. ” Mendiang dengan sukarela menerima lemburan tsb. ” kata Jinwoo lagi. Lalu dengan suara keras sambil berdiri dari duduknya, istri mendiang mengatakan bahwa suaminya tak pernah menerima uang lemburan tsb.

Jinwoo memberitahukan tentang bukti yang menerangkan bahwa mendiang telah menerima uang lemburan dari perusahaan. Awalnya hal ini ditentang oleh pembela,merupa karena bukti tsb tidak termasuk ke dalam list bukti yang akan digunakan di persidangan, namun hakim membiarkannya karena bukti tsb merupakan bukti penting. ” Tak hanya itu, dari data pemasukan keuangan, mendiang juga memiliki pemasukan lain.” kata Jinwoo. Istri dan anak mendiang kaget mendengarmendiang perkataan Jinwoo. Istri mendiang sama sekali tak percaya dengan perkataan Jinwoo. Jinwoo menjelaskan bahwa ada sesuatu hal yang ilegal yg sudah dilalukan oleh mendiang. Jinwoo kembali menjelaskan apa yang terjadi dan dia juga menunujukkan bukti yang sudah disusunnya. Bukti tsb tak dapat disangkal lagi oleh lawan. ” Mungkin dia melakukan itu untuk biaya sekolah anak perempuannya. Anak perempuannya itu bersekolah tahun ini. Jadi wajar jika sang ayah mati-matian mencari uang untuk anak perempuannya. Jinwoo mengakhiri pembelaanya. Tanpa ia sadari, anak perempuan mendiang menatap Jinwoo dalam- dalam.

7Lee In Ah melihat seorang wanita yang sedang merengek meminta bantuan polisi agar polisi tsb bisa menemukan penjahat yang mengambil semua uang dan barang berharganya. Lee In Ah pun menghampiri mereka berdua. Lee In Ah kemudian memperkenalkan diri kepada wanita tsb. ” Jaksa Lee, tolong bantu aku untuk menemukam pencuri uangku….” kata wanita tsb.

8In Ah kemudian mengajak wanita itu minum kopi. Kim Ha Na nama perempuan tsb. Ha Na menceritakan bahwa pencuri mengambil semua uang yang akan digunakan untuk operasi ibunya. IN Ah pun berjanji akan menangkap pencuri tsb. ” Kau bekerja di perusahaan Il Ho grup?” tanya In Ah. ” Aku hanya seorang intern di sana..Dan aku harus mencari pekerjaan akhir bulan ini. ” jawab Ha Na. Lee In Ah bertanya apaka.h dia tidak bisa menjadi karyawan tetap? ” Intern hanyalah seorang Intern. Perusahaan bisa menggunakan Intern selama 6 bulan dan setelah itu membuangnya seperti permen karet. ” kata Ha Na lagi dengan senyum pahit.

9Lee In Ah kembali ke pengadilan. Lee In Ah menjatuhkan pulpennua tanpa dia sadari. Pria yang menjadi hakim di persidangan Jinwoo pun memungutnya. Dia memanggil In Ah, namun sepertinya In Ah tak mendengar karena dia sedang menelpon.

10Lee In Ah memasuki pengadilan. Si pintu sebelahnya, Jinwoo juga keluar dari gedung pengadilan. Keduanya bersisipan, namun tak saling mengetahui satu sama lain.

11Jinwoo dan pengacara Song melangkah keluar persidangan. Pengacara Song bertanya kepada Jinwoo, bagaimana dia bisa mendapat bukti dari penduduk di villa tsb. Jinwoo mengatakan bahwa perwakilan penduduk disana memiliki banyak hal yang disembunyikan. Di saat Jinwoo mengatakan bahwa dia ingin membukanya di pengadilan, dan akhirnya perwakilan dari penduduk itupun mengatakan semuanya. ” Apakah kita perlu sampai sejauh itu hanya untuk menang?” tanya pengacara Song. Jinwoo tak menjawabnya dan mengalihkannya ke topik bahwa dia akan pergi ke lokasi kantor baru. Dia pun meminta Pengacara Song untuk menelpon manager Yeon.

” Katakan..apa yang sudah kau katakan tadi. Apakah ini kesalahan ayahku? Apakah ini semua kesalahan ayahku yang sudah bekerja siang dan malam untuk pendidikan yang lebih baik?” tiba – tiba seorang wanita muda datang kepada Jinwoo dan melabraknya. Dia adalah putri dari mendiang yang di bahas di persidangan tadi. Dia terlihat begitu emosi. ” Aku juga merasa sangat sedih.’ kata Jinwoo tanpa ekspressi. ” Jika kau ingin melimpahkan kekesalanmu, kau bisa cari orang lain. Atau kau bisa salahkan pengacaramu yang tidak melakukan tugasnya dengan baik. ” kata Jinwoo. Jinwoo pun melangkah meninggalkan gadis tsb. Dengan berlinang air mata dan penuh dengan emosi, Gadis tsb berteriak di punggung Jinwoo. Mengatakan bahwa ayahnya sudah bekerja seperti anjing dan pelayan. Bagaimana bisa pengacara kaya seperti Jinwoo mengerti apa yang dirasakan oleh kaum miskin seperti mereka?. ” Apakah ini yang kau sebut sebagai keadilan????? ” gadis tsb berteriak histeris. Jinwoo, bersikap dingin dan seolah tak peduli pada gadis tsb. Dengan tenang dia terus melangkah ke depan. Hal ini menarik perhatian hakim yang kebetulan menyaksikan kejadian ini.

12Park Dongho sedang berbicara dengan para wartawan. Dia baru saja memenangkan sidang kiennya. Bae Cheol Doo atas kasus penggunaan narkoba. Namun Park Dongho berhasil menyelamatkan sahabat Nam Gyu Man itu dari tuduhan.

13” Ya…aku sudah melihat beritamu…Sudah kukatakan padamu bahwa dia adalah ace kita. Semua akan bisa dibereskan disaat pengacara Park sudah ikut campur. ” kata Nam Gyu Man di ponselnya. Dia berbicara dengan Bae Cheol Doo. ” Mungkin aku akan meminjamnya lagi di lain waktu…” kata Bae Cheol Doo dengan tenang.

Park Dongho bertemu dengan Bae Cheol Doo dan ayahnya. Park Dongho mengatakan bahwa dia menaruh perhatian khusus kepada Bae Cheol Doo karena dia adalah sahabat Nam Gyu Man. ” Kau benar – benar seorang ace di Ilho Grup dalam soal hukum. ” kata Cheol Doo. ” Kau terlalu memuji…” kata Dongho. Dongho juga mengatakan bahwa jakaa tak akan merubah keputusannya, jadi Cheol Doo dan ayahnya tak perlu khawatir soal kasus itu lagi.

14Ilho Grup sedang mengadakan pertemuan dengan para dewan direksi dan para petinggi-petingginya. Nam Il Ho membahas tentang perkembangan Il Ho grup pada tahun itu. Dia mengatakan bahwa IlHo berkembang lebih besar dari tahun – tahun sebelumnya. Dan salah satu orang yang berjasa membawa perubahan yang membawa perubahan tsb adalah Kang Man Soo. Awalnya Nam Gyu Man sudah hendak berdiri ketika ayahnya ingin mengumumkan siapa yang membawa perubahan pada Il Jo Grup. Namun disaat nama Kang Man Soo disebut, Nam Gyu Man merasa kecewa. Dia terlihat sedang menahan amarahnya. Sementara anggota yang lain bertepuk tangan untuk Kang Soo Man, Nam Gyu Man terlihat terpaksa bertepuk tangan dan sama sekali tak antusias.

15Seok Joo Il mengucapkan selamat kepada Kang Soo Man. Mengatakan bahwa Kang So Man adalah orang hebat. ” Aku akan meninggalkan pintu Ilho Tradinh dengan terbuka sehingga kau bisa masuk kapan saja…” kata Joo Il sambil tertawa. ” Kau terlalu baik…” jawab Kang Soo Man malu – malu. Keduanya sempat melirik sebentar ke arah Nam Gyu Man. Kemudian keduanya pergi meninggalkan ruang rapat direksi. Nam Gyu Man yang menyaksikan obrolan mereka berdua, tampak tersenyum dengan getir.

Benar saja, amarah Nam Gyu Man meledak di ruangannya. Dia melempar semua barang di mejanya. Semuanya berantakan di lantai. Nam Gyu Man mengatakan bahwa jika bukan karena ayahnya, maka kedua orang itu sudah dikunyahnya dan dimuntahkan lagi keluar. ” Tapi itu bagus karena dia adalah orang yang mampu…” kata manager Ahn. ” Apa kau membelanya??? TUTUP MULUTMU!! ” bentak Nam Gyu Man. ” Hanya karena ayahku menyukai mereka, mereka bertindak seakan perusahaan ini milik mereka. ” Nam Gyu Man terus mengomel. ” Tunggu saja sampai dia membuat semuanya berantakan…” lanjutnya. Nam Gyu Man terlihat berpikir tentang sesuatu sementara Manager Ahn membersihkan barang Gyu Man yang berserakan di lantai.

16Jinwoo, Manager Young dan Pengacara Song hendak menuju ke kantor mereka yang baru. Pengacara Song sempat tidak percaya bahwa Jinwoo bisa mendapatkan tempat untuk kantor mereka di kawasan yang mewah. Karena uang sewanya pasti sangat mahal. Jinwoo hanya tersenyum soal itu. Sampailah mereka di sebuah gedung yang berwarna terang. Pengacara Song mengira bahwa gedung itu adalah kantor mereka. Namun dia salah karena Jinwoo mengajaknya naik tangga dan naik ke tingkat atas.

17Suasana gedung di atas malah makin kacau. Seperti tempat yang sudah lama tak ditinggali. Barang bekas berserakan dimana – mana. Manager Song dan Pengacara Song sempat tersandung benda bekas dan hampir saja terjatuh. BRAAAAKKK!!! Tiba – tiba Pengacara Song menjatuhkan papan nama yang memang sudah rapuh. Ketiganya kaget. ” Hya…..ada kesalahpahaman disini…ayo kita pergiii….” ajak Pengacara Song. ” Tidak..ini kantor kita…” kata Jinwoo menahan Pengacara Song agar tak pergi. Pengacara Song mengira bahwa Jinwoo pasti bercanda. Bagaimana mungkin, tempat seperti itu akan menjadi kantor untuk mereka. Manager Yeon dan Jinwoo tak memperdulikan pengacara Song yang terus mengoceh. Lalu akhirnya Manager Song bertengkar lucu dengan Pengacara Yeon. Jinwoo yang melihat keributan itupun hanya tersenyum.

Jinwoo bangun dan melihat sekelilingnya. Si bangunan tempat dia berdiri saat ini, dia bisa melihat dengan jelas gedung IlHo group. Dan dari sana juga dia bisa melihat layar dimana slogan Ilho group muncul. Jinwoo menatap slogan itu dengan tatapan dalam.

18Lee In Ah berkunjung ke rumah lama Jinwoo. Tampaknya dia sangat merindukan Jinwoo. In Ah melihat tumpukan surat di depan pintu. Pertanda memang yang punya rumaj belum kembali karena banyaknya surat tsb. In Ah mencoba membuka pintu, namun terkunci. Ingatan In Ah kembali di saat Jinwoo akan pergi. Pada saat itu In Ah mengatakan bahwa dia akan mencarikan pengacara yang akan menyelamatkan ayahnya. Dia melarang Jinwoo untuk pergi. Namun sayang, Jinwoo tak mendengarkannya dan tetap memilih untuk pergi. ” Dimana dia dan apa yang dia lakukan?” gumam In Ah.

19Di rumahnya, Jinwoo sedang melihat ke arah tembok. Di tembok itiu sudah terpampang gambar keluarga Nam IlHo. Selain itu ada juga gambar Park Dongho beserta semua orang yg terlibat dalam kasus ayanhya. Jinwoo benar – benar ingin menyekidikinya dan menyelesaikan masalah ini agar ayahnya bisa bebas. Dia menatap silsilah dan gambar itu dengan seksama. Dia mengingatnya.

20Keesokan harinya Jinwoo datang menemui ayahnya. Penyakit Alzheimer ayahnya semakin parah. Kali ini dia tak mengingat siapa Jinwoo. ” Apakah kau pengacara baruku? Aku tidak ingat. Tapi aku merasa kalau kau sudah berbuat baik untukku. ” kata Jae Hyuk. Jinwoo hanya bisa menatap ayahnya sedih. Jinwoo meraba sakunya. Mengeluarkan sebuah kalung. Sia memberikan kalung itu kepada ayahnya. Ayahnya berkata bahwa dia pernah melihat kalung itu sebelumnya. ” Jinwoo…..Jinwooo…..” Jaehyuk biaa mengingat Jinwoo setelah dia melihat kalung tsb. Jaehyuk memegang tangan Jinwoo erat. Tak melepaskannya. Jaehyuk juga meminta maaf pada Jinwoo karena sudah tak mengenalinya. ” Kau terlihat kurus…mengapa kau memutuskan untuk menjadi pengacara?” tanya Jae Hyuk. Jinwoo kemudian menunjukkan lencana yang terpasang di coatnya. Pertanda bahwa sekarang dia sudah menjadi pengacara. Jaehyuk pun bersorak kegirangan. Mengatakan bahwa Jinwoo sekarang sudah menjadi pengacara. Sesaat setelah itu Jaehyuk terdiam. Tatapannya kosong. Dia mencoba mengingat sesuatu. ” Aku….telah melakukan ini sebelumnya kan?” tanya Jaehyuk. Jinwoo menggeleng. Mengatakan bahwa dia baru sekali datang kesana. ” Aku datang kemari untuk menunjukkan izin pengacaraku saat ini ayah…” kata Jinwoo. Namun Jaehyuk menggeleng mengatakan bahwa dia sudah pernah melakukan ini sebelumnya. Jaehyuk meneteskan air matanya. ” Ayah…yang perlu kau lakukan adalah mempercayaiku. ” kata Jinwoo. Jaehyuk masih menangis. Dia menatap ayahnya dalam – dalam. ” Seseorang harusnya berada di sini. Ayah…ini hanya permulaan. ” batin Jinwoo.

21Setiap kali Jinwoo datang ke rumah abu tempat abu ibu dan kakaknya disimpan, Jinwoo selalu teringat tentang peristiwa kecelakaan yang menewaskan ibu dan kakaknya. Seperti hari itu. Hari itu adalah hari peringatan kematian ibu dan kakaknya. Tak lama berselang, Park Dongho pun datang. Ayahnya memiliki hari kematian yang sama dengan ibu dan kakak Jinwoo. Park Dongho mengatakan bahwa hari itu dia tak ingin datang kesana karena pasti akan bertemu dengan Jinwoo. Tapi itu tidak mungkin karena hari itu adalah hari kematian ayahnya. ” Aku dengar kau menjadi pengacara?” tanya Park Dongho. ” Ya..” jawab Jinwoo singkat. Park Dongho menanyakan kabar ayah Jinwoo. ” Kau menjadi pengacara sekarang…apa kau ingin mewakili ayahmu? ” tanya Dongho. ” Biarkan aku memperoleh uang dulu. Sangat melelahkan menjadi pengacara…” kata Jinwoo. Jinwoo melangkah menghampiri Dongho. Dia memberikan kartu namanya kepada Dongho seraya berkata, ” Aku sudah memulai prakteku…” Jinwoo pun kemudian melangkah meninggalkan Dongho. Dongho pun terdiam menatap kepergian Jinwoo.

22Jinwoo mengemudikan mobilnya dengan kencang. Di dalam mobil Jinwoo kembali teringat disaat Park Dongho menjadi pengacara ayahnya. Disaat Park Dongho tak melakukan pembelaan apapun terhadap ayahnya hingga ayahnya divonis hukuman mati untuk kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Betapa sakit dan hancurnya hati Jinwoo saat itu. Apalagi disaat dia melihat pengacara Park berjabat tangan dengan jaksa Hong. Jinwoo benar – benar telah merasa dikhianati. Jinwoo menepikan mobilnya. Dia keluar dan memandang sekitar. Jinwoo bertekad bahwa dia yang akan mengakhiri semua yang sudah Park Dongho mulai.

23Anak buah Park Dongho mengatakan bahwa Jinwoo mirip seperti dirinya. Disaat pertama kali dia mendapatkan lencana pengacaranya, Dongho mengambil semua kasus.

24In Ah memasuki kantor Jaksa. Disana dia bertemu dengan Yeo Kyung. Yeo Kyung bertanya apakah In Ah kemarin pergi ke kantor polisi. In Ah mengiyakan dan bahkan dia bertemu dengan kepala polisi. ” Jika kau ingin bekerja di lapangan, mengapa kau menjadi jaksa? Seharusnya kau menjadi detektif. ” kata Yeo Kyung. ” Mengapa kau peduli mengapa aku menjadi jaksa atau Detektif?” tanya In Ah balik. Tiba – tiba seseorang lelaki memanggil nama Yeo Kyung. Dia adalah hakim Kang Suk Gyu. Kang Suk Gyu menghampiri Yeo Kyung dan In Ah. ” Halo…kau terlihat sibuk belakangan ini..” sapa Suk Gyu kepada In Ah. ” Ya…setiap kasus yang aku hadapai adalah kasus yang sulit. ” kata In Ah. Melihat keakraban mereka berdua, Yeo Kyung buru – buru mengajak Suk Gyu pergi.

25Yeo Kyung bertanya apakah Sukgyu dan In Ah adalah seseorang yang dekat. Sukgyu mengatakan bahwa mereka hanya saling mengucapkan salam jika bertemu. Tanpa sengaja Yeo Kyung dan Sukgyu melihat In Ah yang sedang dimarahi oleh jaksa senior karena sudah mendatangi TKP. Hal itu dianggap menganggu penyelidikan dan ada anggota polisi yang melapor karena In Ah sudah dianggap menganggu kinerja mereka. ” Tugas mereka sebagai detektif adalah menemukan penjahat di lapangan dan tugas jaksa adalah memimpin investigasi dan membawanya ke meja sidang. Mengapa kau masih saja menganggu tugas mereka?” jaksa Tak memarahi In Ah. ” Itu karena menyangkut manusia. Yang melakukan investigasi ini adalah detektif. Dan detektif adalah manusia juga. Manusia bisa saja salah. Dan jika keputusan pengadilan salah, korban dan keluarganya akan merasa sakit. Aku melakukannya untuk mencegah dari semua hal itu. ” bela In Ah. In Ah mengatakan bahwa dia akan terus datang ke lapangan. Dia terus memegang derajatnya sebagai jaksa. Jadi seniornya itupun tak perlu khawatir. Dengan alasan banyak pekerjaan, In Ah pergi meninggalkan seniornya itu. Dari kejauhan, Sukgyu yang menyaksikan kejadian itupun tersenyum penuh arti.

26Kim Ha Na merasa sedikit mabuk dan berusaha membuat dirinya tetap tersadar. Pipinya ditepuk – tepuk sendiri agar dia merasa segar kembali.

Sementara itu, Karyawan Il Ho grup yang lain sedang merayakan kesuksesan yang telah diraih bersama vice president, Kang Man Soo. Kim Ha Na yang tengah sempoyongan sekembalinya dari kamar mandi, kemudiam diminta duduk di samping vice president. Mereka pun dipaksa untuk minum bir dengan gaya love shoot. Tak kuasa menolak, Kang Man Soo dan Kim Ha Na pun melakukannya. Wajah mereka terlihat sangat canggung.

27Park Dongho dan Hyungnya Seok Joo Il juga sedang minum bersama. Mereka berdua saling mengejek satu sama lain. Joo Il mengejek Dongho yang menjadi pelayan Nam Gyu Man dan Joo Il yang menjadi pelayan Nam Il Ho. ” Ya…benar…kita berdua adalah pelayan…” kata Joo Il. Dongho kemudian menceritakan bahwa Jinwoo telaj menjadi pengacara juga sekarang. Seok Joo Il sepertinya sedikit terkejut dengan kenyataan ini.

28Seorang gadis dengan sempoyongan dan rambut berantakan terhuyung – huyung datang ke kantor polisi. ” Nona..apakah kau baik – baik saja?” tanya seorang polisi. Wanita itu tak menjawab dan malah menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Para polisi segera menolongnya. Wanita itu adalah Kim Ha Na. Tubuhnya gemetar. Tak sanggup berkata apa – apa. Kim Ha Na menutupi tubuhnya erat – erat. Sepertinya dia ketakutan.

29Kang Man Soo terbangun disaat pintu mobilnya diketuk dengan keras oleh seorang pria. ” Kang Man Soo, kami polisi. Anda dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap nona Kim Hana. Kau punya hak untuk diam atau menyewa pengacara. ” kata pria tsb. Kang Man Soo yang masih shock akan tuduhan yang dialamtkan kepadanya, tak sempat berargumentasi lagi. Tangannya langsung diborgol dan dia langsung dibawa ke kantor polisi.

Jinwoo meminta pengacara Song untuk mencari tahu tentang kasus Kang Man Soo. Dengan cepat, berita sudah tersebar di koran. ” Apakah kau menginginkan kasus ini?” tanya pengacara Song. Pengacara Song mengatakan bahwa kasus itu sangat berat. Kasus kriminal yang tersebar di media itu memiliki chance 90% gagal. ” Aku setuju dengan pengacara Seo…” kata Manager Yeon ditanya oleh Song Jae Ik. Pengacara Song marah karena tidak ada yang mendukungnya. Dengan gaya bercanda dia menarik kembali kopi yang sudah ia buatkan untuk manager Yeon dan Jinwoo. ” Heey….dia adalah dari Il Ho Grup. Tentu saja ini sudah akan ditangani oleh kuasa Hukum Ilho. ” kata Pengacara Song. Jinwoo tersenyum penuh makna.

31Keluarga Nam sedang sarapan bersama. Yeo Kyung memulai percakaoan dengan tertangkapnya Vice President akan tuduhan pelecehan seksual. Dia berkata oada ayahnya bahwa hal itu tidak masuk akal. Namun sepertinya Nam Il Ho mengabaikan pertanyaan Yeo Kyung. Ilho malah bertanya pada Gyu Man apakah keadaan di kantor baik – baik saja. ” Ayah…apakah kau tidak mengkhawatirkan Vice President?” tanya Yeo Kyung lagi. ” Orang seharusnya tidak kau terima lagi di saat dia sudaj melakukan hal yang kotor. ” kata Nam Il Ho. ” Tapi dia sudaj mendedikasikan hidupnya selama 20 tahun untuk perusahaan. Aku akan mencarikannya pengacara hebat untuk membuktikan bahwa Vice President tidak bersalah. ” kata Gyu Man. Dengan senyum liciknya. Nam Il Ho juga berpesan pada Gyu Man agar terus menciptakan suasana kondusif. Nam Gyu Man dengan senang meng – iya – kan.

32” Berikan kasus ini kepadaku….!” Kata In Ah pada jaksa Tak. ” Hyya…..Apa kau tahu siapa tersangka dari kasus ini? Dia adalah vice president dari Ilho grup. Kau belum memiliki pengalaman untuk menghadapinya. ” kata jaksa Tak. Tapi In Ah masih saja menginginkam kasus itu dan membuat Jaksa Tak marah. Jaksa Tak pergi ke kamar mandi, In Ah pun dengan nekat mengikutinya dan dengan merengek dia meminta kasus itu untuk diberikan kepadanya. ” Hya…mengapa kau menginginkan kasus itu?” kata Jaksa Tak dengan putus asa. ” Karena korban adalah korban pencurian di asrama pribadi. Aku sudah berjanji bahwa aku akan menolongnya. Jadi joka aku tidak menolongnya aku pikir aku akan menyesal sepanjang karirku. ” kata In Ah memelas. Jaksa Tak pun melihat kesungguhan di ekspressi wajah In Ah.

33Park Dongho datang menemui Tuan Muda Gyu Man. Gyu Man meminta Park Dongho untuk membela Vice President di persidangan nanti.

34Manager Ahn anak buah Park Dongho sedang menikmati makan roti bersama. Sepertinya hub mereka sangat dekat sekarang. Manager Ahn sedang berkeluh kesah bagaimana Nam Gyu Man sering m memperlakukannya seperti seekor anjing. Anak Buah Park Dongho pun merasa simpati padanya. Dia menepuk punggung Manager Ahn. ” Dia…seorang daddy boy….yang tak tahu aturan…bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti ini…..” Manager Ahn terlihat frustasi. Manager Ahn pun bertanya kepada Anak buah Park Dongho apakah dia juga memiliki kekesalan yang sama kepada atasannya?. ” Tidak…sama sekali tidak….” kata anak buah Park Dongho dengan enteng sambil menghabiskan roti di tangannya.

35Anak buah Park Dongho memberikan berkas pengadilan vice president. ” Aku menemukan sebuah nama. Kau mungkin mengenalnya. Jaksa dari persidangam itu adalah…….”

36” Apa?” Jinwoo terlihat tak percaya. “. Ya….yang menjadi jaksa di persidangan itu adalah Lee In Ah. ” kata Pengacara Song. Melihat tampang terkejut dari Jinwoo, Song Jae Ik bertanya apakah Jinwoo mengenalnya. Jinwoo menggelengkan kepalanya. ” Tentu saja kau tak mengenal jaksa perempuan. Aku mengenal semua jaksa……..” sementara Song Jae Ik sedang mengoceh, Jinwoo melangkah meninggalkannya tanpa sepengetahuannya. Seo Jinwoo membayangkan apa yang telah terjadi untuk kasus pelecehan seksual yang menimpa vice president. Dia menceritakan apa yang ada di otaknya.

Song Jae Ik memberitahu kan bahwa yang akan membela Kang Man Soo di persidangan nanti adalah Park Dongho. Pengacara Il Ho Grup. Dia tak tahu apakaj Jinwoo dapat mencuri kasus ini atau tidak. Terdengar sayup – sayup langkah orang menuju tempat parkir. Jinwoo segera mendorong pengacara Song untuk bersembunyi. Benar saja, Lee In Ah melangkah memasuki tempat parkir. Lee In Ah dan rombongan polisi sedang memeriksa TKP. ” Kau tidak dapat menemukan rekaman CCTVnya?” tanya In Ah. ” Ya…kejadian terjadi di tempat yang tak terkena sorotan kamera. ” kata salah satu polisi yang mendampingi In Ah. In Ah pun meminta semua data mobil yang keluar masuk dan juga dia meminta semua rekaman black box mobil jika hal itu memungkinkan. In Ah meninggalkan tempat parkir. Dan Jinwoo menatap punggung In Ah yang mulai menjauh. Entah apa yang sedang dipikirkannya saat ini.

Park Dongho memulai pekerjaannya. Dia datang menemui Kang Man Soo. ” Aku tidak tertarik kepada kenyataannya. Tetapi kenyataan dapat dibuat dengan strategi.” kata Dongho. ” Aku tidak ingat…tapi aku yakin aku tidak melakukannya. ” kata Kang Man Soo. Kata – kata Kang Man Soo barusan membuat Park Dongho teringat akan Seo Jae Hyuk. Dia…Awo Jae Hyuk duli juga pernah berkata hal yang sama kepada dirinya.

37Jinwoo menatap gambar denah orang di ruangannya. Matanya menangkap satu orang. Senior Manager Kim Joon Sik. Jinwoo pun mengajak Kim Joon Sik bertemu di sebuah restoran. Kim Joon aik dulu juga pernah memenangkan kasus berkat Jinwoo yang menjadi pengacaranya. Tak heran jika mereka terlihat sangat dekat sekarang. ” Aku dengar, Vice President ditangkap sekarang? Nam Gyu Man pasti memiliki tekanan yang berat. ” kata Jinwoo. Dirinya mulai memancing fakta dari Kim Joon Sik. Benar saja, tak lama Kim Joon Sik menceritakan kejadian sebelum peristiwa penangkapan itu terjadi.

38Sebelumnya Nam Gyu Man dan Kang Man Soo ada sedikit berdebat tentang pekerjaan. Kang Man Soo menegur kebijakan yang dikeluarkan oleh Nam Gyu Man yang membuat IlHo Grup banyak di komplain. Namun sepertinya Nam Gyu Man tidak terima akan hal itu. Dia merasa bahwa dia adalah seorang President dari Ilho Group. ” Vice President memiliki insting yang bagus dalam perusahaan. Dia selalu mengatakan apa yang benar. ” kata Kim Joon Sik. Jinwoo pun hanya mendengarkan apa yang dikatakan. Namun terlihat otaknya sedang mengingat semuanya. In Ah datang ke Ilho Group dan mengumpulkan kesaksian dari semua pegawai wanita. Di dalam Lift dia bertemu dengan Nam Gyu Man. In Ah terlihat shock. Karena dia mengingat wajah Nam Gyu Man adalaj wajah yanh telah membunuh Oh Jung Ah. In Ah tampak Shock. Sedikit takut ketika Nam Gyu Man menoleh kepadanya dan tersenyum. Dan untunglah sampai Nam Gyu Man keluar dari lift dia tak mengenal siapa Lee In Ah.

39Seo Jin Woo menatap lurus ke depan dari jendela kantornya. Melihat slogan Il Ho grup yang terpampang di atas gedung. ” Apakah kau akan memulai semuanya sekarang?” tanya Manager Yeon. ” Mulai? Aku sudah memulainya 4 tahun yang lalu….” kata Jinwoo mantap.

40Sementara itu Lee In Ah sedang sibuk di kantornya untuk persidangan pertama kasus pelecehan seksual yang melibatkan Kim Ha Na dan vice President Kang Man Soo.

” Sudah lama tak bertemu…” kata Park Dongho sat bertemu dengan Lee In Ah sebelum persidangan. Park Dongho menjulurkan tangannya, berharap Lee In Ah menyambut tangannya. Namun tidak. ” Aku dengar kau melakukannya dengan baik. Untuk semua harga yang kau terima setelah kau menyerahbpada klienmu. Harusnya kau malu. Jika kau benar seorang pengacara. ” kata Lee In Ah. ” Klienku belum terbukti bersalah. Kau sudah membeberkan namanya di segala tempat. Harusnya kau malu jika kau memang benar seorang jaksa. ” balas Donghom kemudian melangkah meninggalkan Lee In Ah.

41Sidang pun dimulai. In Ah mulai membacakan dakwaan kepada Kang Man Soo. Namun tentu saja dakwaannya ini ditolak oleh Park Dongho selaku pengacara Kang Man Soo. In Ah kembali menceritakan kronologi kejadian saat itu. Dan diapun meminta Kim Ha Na sebagai saksi. Jinwoo menyaksikan persidangan tsb dari lantai atas. Kim Ha Na duduk di kursi saksi. In Ah mulai bertanya dengan perlahan, ” Aku dengar, tersangka sudah sering melakukan kontak fisik denganmu…apakah itu benar?” . Ha Na menjawab bahwa Kang Man Soo sering memijatnya di bahu. Berkata bahwa Ha Na telah melalui waktu yang berat. Ha Na juga berkata bahwa sebenarnya dia tak menginginkan hal itu tapi dia juga tak kuasa untuk menolak. ” Kapan aku melakukan hal itu??!!! ” Kang Man Soo bangkit dari tempat duduknya dan terlihat marah. Kim Ha Na tak berani menatap pandangan Kang Man Soo. Park DongHo berdiri dari kursi dan menentangnya. ” Kesaksiannya belum dikonfirmasi. Jika saksi berniat utk mengarang cerita novel, maka harusnya semua pegawai wanita masuk ke persidangan ini. Aku menolaknya ” kata Dongho. Hakim mengatakan bahwa dia akan melanjutkan mendengarkan keterangan dari saksi. Kim Ha Na twrus mengatakan kebohongan. Dia berkata bahwa Kang Man Soo juga mengancam bahwa dia akan memecat Kim Ha Na jika dia bicara dengan org lain tentang hal itu. Itu semua bisa dilakukannya karena Kim Ha Na hanyalah sebuah pekerja kontrak. Kang Man Soo menarik napas mendengar semua kebohongan tsb.

42” Kau cukup baik…aku sangat ingin untuk menghadapi sidang berikutnya. ” kata Park Dongho. ” Persidangan ayah Jinwoo belum berakhir. Aku akan membuat Nam Gyu Man, orang yang kau layani saat ini menerina hukumannya.begiti juga dengan kau. ” kata In Ah menggebu- gebu. Park Dongho bertanya apakah itu alasan In Ah mengambil kasus ini. ” Kau menyakitinya dengan cara mengejar lawannya. Kau masih sangat polos sebagai seorang jaksa. Hidup tak semudah yang kau bayangkan. ” kata Park Dongho sambil melangkah meninggalkan Lee In Ah.

Lee In Ahh sempat melihat sekilaa bayangan Jinwoo. Dia kemudian mengejar Jinwoo ke luar. Tapi sayang, dia tak menemukannya.

43” Jaksa Lee… ” panggil Hakim Suk Gyu kepada In Ah. In Ah menoleh. Hakim mengatakan bahwa penampilan In Ah di sidang hari itu sangat mengagumkan. In Ah menjawab bahwa sidang belum berakhir. Di saat In Ah akan pergi, Hakim Suk Gyu memberikan pena yang dijatuhkan oleh In Ah beberapa waktu lalu. In Ah pun segera mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkan Suk Gyu.

Seo Jinwoo menemui Kang Soo Man. Dia meminta Kang Soo Man untuk menggunakan jasanya sebagai pengacara. Kang Soo Man bertanya apakah alasan Jinwoo untuk mengambil kasusnya? ” Pertama, kau sudah diabaikan oleh Ilho. Kedua, pengacara Park tidak punya kesempatan untuk menang. Ketiga, aku mengenal hakim Kang Suk Gyu. ” jelas Jinwoo. Kemudian Jinwoo mengeluarkan kertas yang berisi nominasi calon Vice President di Ilho. Dan tak ada nama Kang Soo Man disana. Soo Man mengatakan bahwa pengacara Park berkata bahwa Nam Gyu Man sangat mengkhawatirkannya. “ Jika dia mengkhawatirkanmu, setidaknya dia menengokmu disini. Jika Kau kalah kau akan diabaikan oleh Ilho, dan jika kau menang kau juga akan diabaikan oleh Ilho. “ kata Jinwoo. Kang Soo Man terlihat sedang berpikir. Jinwoo terus membujuk Kang Man Soo agar mau menggunakannya sebagai Pengacara. Dia juga mengatakan bahwa dia mengenal jaksa Lee In Ah dengan sangat baik.

44Park Dongho sedang memegang foto Kang Soo Man di tangannya. Dia teringat kata – kata Nam Gyu Man kepadanya. Nam Gyu Man meminta Park Dongho untuk kalah dalam persidangan. “ Ini bukan sesuatu yang baru bagimu mengalah di persidangan demi aku kan?” tanya Gyu Man dengan senyum liciknya. Lamunan Dongho dibuyarkan oleh kedatangan anak buahnya. Dengan terengah – engah anak buah Park Dongho mengatakan bahwa Kang Soo Man telah mengganti pengacaranya dengan pengacara yang jauh lebih muda darinya.

45“ Siapa Jaksa yang tak mau menerima hadiahku? ‘ tanya Nam Gyu Man seusai berenang kepada Park Dong Ho. “ Dia adalah jaksa baru. Lee In Ah. “ jawab Park Dongho. Nam Gyu Man pun merasa kesal karena jaksa baru yang mengambil kasus ini dan tak mau disogpk olehnya. “ Lalu siapa pengacara barunya ? “ tanya Nam Gyu Man lagi. “ Dia adalah seseorang yang sangat kita kenal. “ jawab Dongho samar. “ Seo Jae Hyuk. “ jawab Dongho lagi. Nam Gyu Man tampak berpikir. “ Apakah dia seseorang yang harus aku ingat? Aku tak yakin…” Gyu Man kemudian melangkah pergi. “ Dia adalah Seo Jae Hyuk. Pria yang dihukum mati karena perbuatanmu. Apakah kau mengingatnya? Anaknya telah menjadi pengacara dan kembali. “ kata Dongho.

46Persidangan kembali digelar. Mereka yang hadir disana menunggu kedatangan pengacara baru dari Kang Man Soo. Pintu ruang sidang dibuka dan Jinwoo memasuki ruang sidang. In Ah begitu terkejut dengan kedatangan Jinwoo. “ Aku Adalah Jinwoo. Pengacara Kang Man Soo mulai dari sekarang. “ Jinwoo memperkenalkan dirinya. Diam – diam Park Dongho masuk jga ke dalam ruang sidang.

47Kim Ha Na mulai melontarkan kebohongan lagi. Dia bersikap seolah – olah bahwa Kang Soo Man benar-benar telah melecehkannya.

48Kemudian Jinwoo mendatangkan saksinya. Betapa kagetnya Ha Na disaat dia melihat siapa saksi yang datang. Dia adalah asisten professornya di tempat Ha Na kuliah. Ternayata Ha Na dulu juga pernah melaporkannya dalam kasus yang sama. Para peserta sidang langsung bersuara. Berbisik – bisik. Ha Na terkejut. “ Apakah kau mendatangi persidangan? “ tanya Jinwoo. “ Tidak, dia mencabut gugatannya setelah aku memberinya kompensasi. “ kata saksi tsb. Kim Ha Na kemudian mengatakan bahwa dia tak menerima kompensasi itu. Kemudian Jinwoo memeberikan bukti bahwa Kim ha Na pernah menerima sejumlah uang dari kasus tsb. Lee In Ah mencoba mendebat. Dengan mengatakan bahwa hal yang diungkapkan Jinwoo adalah hal yang tidak ada hubungannya dengan kasus. “ Kebenaran bahwa Kim Ha Na pernah terlibat kasus yang sama adalah poin terpenting dalam sidang ini..” kata Jinwoo. Jinwoo kemudian menanyakan apakah hubungan dia dan Ha NA. “ Kami berpacaran” katanya. “ Jadi Kim Ha Na melaporkan pacarnya sendiri atas tuduhan pelecehan seksual ? “ tanya Jinwoo. Asisten itu mengangguk. Kim ha Na langsung bangkit dari tempat duduknya, membela diri. Mengatakan bahwa pria tsb telah membohonginya. Menyembunyikan dari dirinya bahwa dia telah menikah. Kim Ha Na pun juga mengatakan alasannya mengapa dia menggugat pria tsb. Hakim meminta Ha Na untuk tenang. Jinwoo melanjutkan.

49“ Siapa yang mengusulkan untuk memberikan kompensasi ? “ tanya Jinwoo pada saksinya. “ Ha Na…Ha NA sedang butuh uang….”

50

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>