BERBAGI

Hyejin merasa sangat mengantuk setelah minum obat flu. Namun dirinya masih bertahan di kantor karena pekerjaannya belum selesai. Hyejin benar – benar tak bisa menahan kantuknya. Kepalanya bergoyang ke kiri dan kanan karena ketiduran. Dan hampir saja kepala Hyejin terbentur meja jika tangan Sungjoon tak menahan kepalanya.

40

Sungjoon menahan kepala Hyejin dengan tangannya agar tidak terbentur meja. Telepon di meja Hyejin berbunyi. Sungjoon buru-buru menutup panggilan telp tsb karena takut Hyejin bangun dan menyadari kalau dirinya ada di sana dan tengah menahan kepalanya.

41

Tiba – tiba AhReum yang sedang memakai masker menyapa Sungjoon. Dalam posisi lampu kantor yang sudah gelap, kehadiran Ahreum yang memakai masker tentu saja mengagetkan Sungjoon yang tengah memegang kepala Hyejin. “ Braaakkk…” Sungjoon melepaskan tangannya, dan kepala Hyejin terbentur meja. Antara terkejut takut ketahuan kalau dia memegang kepala Hyejin atau dia kaget karena Ahreum menggunakan maskernya, Sungjoon pun tak sadar duduk di pangkuan Hyejin. Hyejin yang sedang mengusap kepalanya, sakit karena terbentur merasa tak enak pada Sungjoon. “ Hmmmm……permisi……” Hyejin berkata sambil menepuk pundak Sungjoon perlahan. Sungjoon yang sadar bahwa dirinya tengah duduk di pangkuan Hyejin langsung berdiri seketika.

42

Sepertinya memang obat flu yang diminum Hyejin sangat dahsyat efek kantuknya. Hyejin kembali tertidur di halte bus. Hamoir saja dirinya ketinggalan bus arah pulang. Di kejauhan, Sungjoon mengamati Hyejin dari dalam mobilnya.

43

Di dalam bus lagi – lagi Hyejin tertidur. Hyejin sempat di dorong oleh seorang pria ketika Hyejin tak sengaja tertidur di pundaknya. Tak lama laki – laki misterius duduk di samping Hyejin sambil membaca majalah. Hyejin pun kembali tak Sengaja tidur di pundak pria tsb. Berbeda dengan yang sebelumnya, pria ini justru seperti sengaja memberikan bahunya pada Hyejin. Di saat Hyejin turun, pria ini pun menurunkan majalah yang menutupi wajahnya. “ Dia tidur di mana saja…” kata Sungjoon.

44

Karena Sungjoon mengikuti Hyejin, mobilnya diparkir di pinggir jalan. Disaat dia ingin mengambil lagi mobilnya, mobilnya sudah diangkut dan diamankan karena parkir sembarangan. Akhirnya Sungjoon datang untuk mengambil kembali mobilnya. Sungjoon teringat kembali  percakapannya dengan sesorang. Orang itu mengatakan bahwa, dengan tekanan stress yang hebat trauma yang dialami Sungjoon dapat kembali. Jangan terlalu merasa stress dan jangan biarkan dirimu terganggu. Begitu pesan pria tsb. Sungjoon juga mengatakan bahwa “ Seseorang yang tak ada hubungannya apa – apa denganku, tiba – tiba terasa mirip dengan seseorang yang aku kenal 15 tahun yang lalu. Dan aku merasa justru orang yang harusnya aku tahu, aku merasa asing terhadapnya” . “ Aku berpikir sepertinya dia bukan orang yang aku kenal. “ . “ Hya..apakah kau berpikir dia tidak akan berubah, apa kau pikir dia akan tetap sama seiring berjalannya waktu selama 15 tahun?? “ pria tsb berkata pada Sungjoon. Kemudian pria tsb juga mengatakan bahwa sikap Sungjoon yang tidak bisa melupakan cinta masa kecilnya itu adalah “ Zeirganik effect “ . Sampai di rumah pun Sungjoon masih terngiang – ngiang dengan percakapannya tsb.

45

Tak sengaja Haeri melihat Hyejin yang tengah duduk di ayunan dan langsung menghampirinya.  Mereka berdua duduk di ayunan yang bersebelahan, saling mengobrol ringan. Haeri bertnya mengapa Hyejin tak segera masuk rumah. Hyejin mengatakan bahwa udara malam itu sangat bagus dan Hyejin ingin menikmatinya terlebih dahulu.

46

“ Ini adalah suatu kasus di mana kau tak mungkin melupakan sesuatu yang tidak pernah kau selesaikan. Pada akhirnya fakta bahwa kau tidak dapat melupakan cinta pertamamu mungkin tidak disebabkan karena kau selalu memiliki ketertarikan padanya atau karena ini adalah takdir. Kau tidak pernah dapat melihat akhirnya sehingga itu yang membuatmu tak bisa melupakannya. Jadi, keluar dari masala lalumu dan hiduplah d kehidupan yang sekarang. “ kata – kata pria yang dikenal Sungjoon teringat jelas di benaknya.

47

Haeri berkata pada Hyejin bahwa tim editor belakangan ini sering kali pulang terlambat. Hyejin menjawab bahwa banyak yang harus dilakukan. Hyejin juga bercerita pada Haeri bahwa sebentar lagi tim editor akan dibubarkan dan The Most juga akan ditutup. “ Apakah majalah itu akan menghilang ? “ tanya Haeri. Hyejin mengangguk. Hyejin menjelaskan bahwa dirinya dan tim editor akan dibubarkan dalam waktu 2 bulan jika angka penjualan tidak meningkat. “ Lalu bagaimana dengan Ji Seong Joon ? “ Haeri kembali bertanya. “ Aku tak tahu. Mungkin jika dia sudah tak punya alasan untuk menetap disini, dia akan kembali ke Amerika. “ jawab Hyejin. Raut muka Haeri terlihat sedih.

48

Haeri kembali bertemu dengan Shinhyuk di depan supermarket. Kali ini Haeri tiba – tiba merebut bir Shinhyuk dan langsung meminumnya. Shinhyuk yang melihatnya protes, namun kemudian dia menawarkan sosisnya juga dan langsung disambut baik oleh Haeri. Mereka berdua akhirnya duduk dan minum bersama. Shinhyuk bertanya pada Haeri, pria seperti apa yang akan dia temui dan  berbohong padanya mengatakan  bahwa dia akan menikah? Apakah dia seorang stalker, seorang anak muda atau seorang pelarian, atau suami orang. Haeri dengan sensitive bahwa bukan seperti itu prianya. Haeri menjelaskan bahwa dia adalah pria yang Haeri suka tanpa dia sadari. Dia harus berhenti menyukai pria itu secepatnya. Namun dia tidak bisa melakukan itu sendiri. Itulah mengapa dia meminta bantuan Shinhyuk. “ Jika dia bukan seorang minor, seorang pelarian dan bukan juga suami orang, kau tentu saja dapat melihatnya,,,” kata Shinhyuk. Haeri menghela napas, “ tidak semudah itu…”. “ Jadilah gila……bkau cukup menjadi dirimu sendiri dan jadilah gila..pergilah untukk itu…” Shinhyuk tersenyum penuh arti pada Haeri. Haeri yang tadinya merasa tertekan seketika serasa dibangunkan kesadarannya. Perlahan, dia mengerti apa yang dimaksud oleh Shinhyuk.

49

Haeri kemudian mencari kembali sepatu yang telah dibuangnya. Ahjumma pemebersih sampah mengatakan bahwa sepatunya dia berikan kepada penjaga. Haeri berhasil mendapatkan kembali sepatunya. “ Walaupun itu sakit, aku akan tetap ingin mencobanya. Sejauh mana aku bisa pergi, aku akan pergi. “ Haeri berkata dalam hatinya sambil menatap sepatunya.

50

Di rumah, Hyejin sedang mengingat yang terjadi di kantor sambil memegang potongan puzzlenya. Ternyata pada saat Sungjoon menhan kepalanya, Hyejin mengetahui hal itu. Di saat telepon berdering, Hyejin terbangun. Dia melihat sosok Sungjoon lewat kaca dan menyadari kalau tangan sungjoon sedang memegang kepalanya. Namun Hyejin kembali pura – pura tertidur. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Hyejin saat ini.

51

Sungjoon di rumahnya juga ikutan menggambar bang seperi yang Hyejin lakukan. Setelah melihat hasil karyanya, Sungjoon pun tertawa lebar.

52

Di tengah meeting tim editor, Sungjoon pun terus memandang Hyejin. Sepertinya Hyejin tahu Sungjoon tengah memandanginya. Hyejin pun melihat kea rah sungjoon, dan Sungjoon buru – buru mengalihkan pandangannya. Sungjoon tak full konsentrasi seperti biasanya. Di saat Leader Cha sedang menerangkan, Sungjoon malah fokus ke Hyejin. Shinhyuk juga mengamati perilaku Sungjoon.

53

Haeri memasuki kamar Hyejin untuk mencari hairdryer. Kemudian dia melihat potongan puzzle di meja Hyejin. Haeri ingat puzzle itu adalah puzzle yang dibicarakan oleh Sungjoon di saat mereka pertama kali bertemu.

54

Hyejin ( Haeri ) memiliki janji makan malam dengan Sungjoon di sebuah restoran. Tanpa di sadari Haeri ternyata ibunya melihat kebersamaan Haeri dan Sungjoon. Ibunya juga mendengar Sungjoon memanggil Haeri dengan sebutan Hyejin.

55

Hyejin ( Haeri ) memperlihatkan potongan puzzle tsb pada Sungjoon. Sungjoon terkejut. Hyejin ( Haeri ) berkata bahwa dia tak menyangka masih memiliki potongan puzzle tsb. Selagi SungJoon memperhatikan potongan puzzle tsb, Haeri duduk dengan gelisah. Sungjoon mengatakan bahwa seseorang yang dikenal dirinya pada saat itu adalah benar Hyejin ( Haeri ).

56

Di kamar mandi, Haeri bertemu dengan ibu tirinya. Ibunya mengatakan bahwa saat ini trik yang dilakukan Haeri adalah mengganti nama hanya untuk menarik hati seorang pria. “ Pria macam apa dia ? “ tanya ibu tirinya. “ Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dari namamu ? “ tanya ibu tirinya kembali. “ Itu bukan urusanmu “ balas Haeri. “ aku penasaran, pria macam apa dia , yang membuatmu berbohong tentang namamu. Apakah kau ingin memperkenalkan aku padanya? “ tanya ibu tiri Haeri dengan senyum licik. Haeri merasakan tangannya gemetar menahan kemarahan. “ Berpura – puralah kau tidak melihatku…aku mohon..”  pinta Haeri. Ibu tiri Haeri tersenyum bisa membuat anak sekaligus musuhnya itu memohon kepadanya.

57

Haeri buru – buru meminta Sungjoon agar mereka segera keluar dari sana. Sungjoon yang merasa aneh dengan sikap Haeri bertanya apa yang terjadi. Haeri tak menjawab , dirinya tergesa – gesa merapikan barangnya. Tak berapa lama, ibu Haeri datang menemui mereka, “ kalian berdua sangat cocok terlihat bersama…”ya. Sungjoon ytak mengerti dengan apa yang dimaksud. “ Kita akan bertemu lagi..” kata ibu tiri Haeri sambil berlalu.

58

Haeri melangkah dengan tergesa – gesa. Sungjoon berusaha menangkannya,. Dia meraih tangan Haeri dan memanggil namanya,” Hyejin…..” . “ jangan panggil aku dengan nama itu…” gumam Haeri. Namun sepertinya sungjoon tak mendengarnya. Sungjoon memegang dua pundak Haeri. Hari menyandarkan kepalanya di pundak Sungjoon. “ Biarkan aku begini selama satu menit…hanya hari ini saja…” kata Haeri sambil menahan tangis. Sungjoon menepuk pundak Haeri perlahan.

59

Lagi – lagi Hyejin teringat perlakuan Sungjoon di kantor. Hyejin menyadari selama meeting sungjoon selalu menatapnya. Haeri tiba di rumah. Hyejin mengatakan pada Haeri bahwa dia sudah mengganti selimut di kamar Haeri. Haeri memperhatika Hyejin, sahabatnya ini sangat perhatian sekali padanya. Di saat ingin tidur, tiba – tiba Haeri mengatakan ingin tidur bersama Hyejin. Hyejin bertanya mengapa tiba – tiba Haeri menjadi seperti itu. Seakan mengerti kelakuan sahabatnya itu, Hyejin menanyakan apa yang ingin Haeri katakan padanya. Haeri menjawab bahwa memang benar dia ingin mengatakan sesuatu. Namun nanti. Haeri meminta Hyejin menunggu hingga saatnya itu datang. “ aku tak tahu apa yang terjadi, namun jangan menhannya terlalu lama…” kata Hyejin.

60

Sementara itu, Sungjoon kembali menaruh puzzlenya di dalam kotak kaca. Dia membiarkan potongan puzzlenya itu masih kosong. Entah apa maksudnya. Kemudian dia pun membuang bawang yang dia lukis sama seperti milik Hyejin.

61

Keesokan harinya, Hyejin mengantarkan dokumen ke ruangan Kim Rara. Disana dia masih mendapatkan kritikan kalau penampilannya belum seperti “ MOST LIKE” . Hyejin berjanji akan segera mengganti penampilannya sesuai dengan “ MOST LIKE “ .

62

Shinhyuk menagih janji Hyejin untuk mentraktirnya makan malam. Tadinya Hyejin sempat mengelak. Namun setelah Shinhyuk menunjukkan rekaman perkataanya tempo lalu yang menyetujui akan membelikan Shinhyuk makanan, Hyejin tak dapat menolaknya lagi.

63

Leader Cha batal untuk ikut ke perjalanan bisnis karena ada hal yang harus dia urus mendadak. Dia meminta Hyejin untuk menggantikannya. Hyejin bilang nahwa dirinya belum membawa barang – barang untuk menginap. Kemudian leader Cha menyuruh Hyejin untuk membawa kopernya dan segera pergi. Sementara Shinhyuk di belakangnya berteriak protes mengenai makan malamnya.

64

Sementara itu Han Seol yang memiliki misi tersembunyi untuk mendekati  Joon Woo, mengajak Joonwoo naik dengan menggunakan mobil terpisah. Dengan berbagai alas an, Hanseol berhasil naik mobil terpisah dengan Sungjoon dan Hyejin. Dan hanya berdua saja dengan Joonwoo.

65

Sungjoon terkejut karena yang muncul adalah Hyejin dan bukan leader Cha. Hyejin berkata bahwa leader ada sesuat yang harus diurus yang membuatnya tak bisa pergi. Dan meminta Hyejin untuk menggantikannya.

66

Sungjoon dan Hyejin sedang menunggu Hanseol dan Joonwoo yang tak datang – datang. Tak lama Sungjoon mendapat sms dari Hanseol yang mengatakan bahwa Sungjoon dan hyejin bisa pergi duluan tanpa mereka. Mereka ada kepentingan dan akan pergi menyusul. Hyejin shock. Sementara Sungjoon tetap bersikap cool. “ Apa ini ?? Sungjoon dan aku akan pergi sendiri ?? Hanya berdua ?? “ Hyejin melongo.

67

 

Still be waitin for next episode right ??? ^___^