fertilitas

Pembekuan sel telur saat ini semakin banyak diminati oleh para wanita karena adanya rasa khawatir tidak bisa mempunyai keturunan di masa depan. Namun sebenarnya ketidaksuburan tidak hanya bersumber dari wanita saja, karena untuk pria pun juga bisa mengalami hal yang sama. Wanita membekukan sel telurnya pada usia yang masih muda maka akan berpeluang mempunyai anak yang sehat.

Proses ini seringkali ditawarkan pada wanita yang menderita penyakit tertentu dan harus mengalami kemoterapi terus menerus. Sebelum Anda  membekukan sel telur ada baiknya jika Anda mengetahui fakta di balik dari membekukan sel telur wanita khususnya untuk usia yang lebih dari 40 tahun yaitu seperti berikut:

1. Jangan lakukan jika tidak ingin hamil

Para wanita yang berencana menunda kehamilan nya tidak disarankan untuk melakukan prosedur ini. Bahkan untuk wanita yang mempunyai kondisi kurang sehat atau menderita penyakit yang mampu mempengaruhi tingkat kesuburannya maka di perbolehkan untuk melakukan cara ini.

2. Tidak memberikan jaminan kehamilan

Proses membekukan sel telur ini tidak bisa dijadikan jaminan mampu memberikan kehamilan 100%. Untuk itu Anda juga harus mempertimbangkan fakta ini sebelum memutuskan menjalankan prosedur membekukan sel telur.

3. Semakin usia muda maka semakin baik

Apabila sel telur tersebut dibekukan saat usia masih muda maka akan memberikan peluang hamil yang jauh lebih besar. Untuk usia muda yang dimaksud yaitu kisaran usia 20-30 awal. Sementara untuk wanita yang membekukan sel telur di usia 38 tahun atau lebih dari 40 tahun maka peluang hamil hanya bisa 10% saja.

Saat ini memang segala sesuatunya bisa dilakukan melalui cara yang canggih dan modern karena peralatan kesehatan yang digunakan pun juga bertaraf teknologi. Untuk itu bagi Anda yang berencana menikah di usia lebih dari 30 tahun namun memiliki rasa khawatir tidak memiliki keturunan, Anda tidak perlu khawatir karena melalui Bocah Indonesia Anda bisa mengkonsultasikan hal ini dengan sebaik mungkin termasuk perihal membekukan sel telur.