BERBAGI

” Terdakwa….tidak membunuh Oh Jung Ah….” kata Jinwoo. Semua yang berada di  ruang  sidang menatap ke arah  Jinwoi. Tak terkecuali Dongho, Jaksa Goo dan Hakim Suk Gyu. Wajah In Ah nampak cemas. Dia bahkan hampir menitikkan air matanya. Mengetahui sepertinya ada yang salah dengan kondisi Jinwoo, Kang Suk Gyu memutuskan untuk menunda persidangan. Jinwoo menatap ruang sidang dan sekitarnya. Dia kemudian sadar akan apa yang terjadi. Dia pun menundukkan kepalanya. Menyesal.

1

In Ah bertanya apakah Jinwoo baik – baik saja. ” Ya…aku baik – baik saja. Perasaan itu tiba – tiba menyerangku tapi aku baik – baik saja sekarang. ” kata Jinwoo sambil tersenyum. Jinwoo kemudian mengatakan entah apa yang akan dipikirkan oleh Park Dongho mengetahui keadaannya seperti itu. ” Yang terpenting saat ini adalah menjaga tubuhmu agar tetap sehat. Jika kau merasa ini berlebihan, aku akan mengambil kasus ini. ” kata In Ah. Sekali lagi Jinwoo mengatakan bahwa dirinya baik – baik saja. Syndrom itu hanya terjadi sesaat saja. Jinwoo kemudian berpamitan untuk melihat Dongho. In Ah hanya bisa melihat punggung Jinwoo dengan khawatir.

2

Dongho juga mengkhawatirkan keadaan Jinwoo. Jinwoo meminta Dongho untuk mengganti pengacaranya. Namun Dongho menolak. Dia baik – baik saja dengan keadaan Jinwoo yang seperti itu. Dia tak punya orang lagi yang bisa ia percayai selain Jinwoo. ” Jinwoo…berjuanglah untukku. Berjuanglah sampai  akhir…” kata Dongho.

3

Kelakuan aneh Jinwoo di persidangan tadi disampaikan oleh Hong Mo Suk. ” Kelakuan aneh apa? Apa dia menari – nari di persidangan?” tanya Gyu Man. ” Jinwoo berperilaku seperti seolah – olah ayahnya masih hidup. Gyu Man langsung meminta Seo Beom untuk mencari tahu catatan medis dari Jinwoo.

4

Persidangan Park Dongho kembali digelar. Kali ini jaksa menghadirkan saksi anak buah Seok Joo Ill yang melihat Dongho dan Joo Ill bertengkar. Saksi tsb juga mengatakan bahwa tak hanya dirinya yang melihat mereka bertengkar, melainkan banyak orang yang menyaksikannya. Giliran Jinwoo yang menghadirkan saksi. Dia mendatangkan Detektif Bae untuk menjadi saksi. Detektif Bae adalah orang yang menangkap Park Dongho dan menemukan alat bukti di kantornya. ” Seperti yang kau lihat. Korban memiliki luka di saat dia mencoba untuk mempertahankan dirinya. Bukankah seharusnya pelaku setidaknya juga memiliki luka karena korban mencoba melawan?” tanya Jinwoo. Detektif Bae meng – iya kan pernyataan Jinwoo. ” Tapi seperti yang kau lihat, pelaku tidak memiliki luka apapun. ” kata Jinwoo. Detektif Bae tersentak. ” Jika kau tak bisa menjawab tak apa. ” kata Jinwoo selanjutnya.

5

Kemudian Jinwoo menanyakan bagaimana Detektif Bae bisa pada kesimpulan bahwa Park Dongho adalah pelakunya. Detektif mengatakan bahwa dia sudah memeriksa black box mobil dan Park Dongho terekam di lokasi kejadian pada waktu penyerangan itu terjadi. Jinwoo menanggapi dengan santai. Dia pun memutar rekaman saat kejadian itu terjadi. Ketika Park Dongho meninggalkan mobil, Jinwoo meminta untuk menghentikan video tsb. Dia mulai menjelaskan hipotesanya. Mengapa mobil hanya sedikit terguncang? Padahal secara logika, jika berat badan Dongho dan Joo Ill ditambahkan, disaat mereka berdua saling menyerang dan melindungi diri masing – masing, tak mungkin jika mobil tsb hanya sedikit terguncang. Detektif Bae terdiam. ” Biar aku jelaskan lagi, waktu kamera mobil terguncang sesaat setelah Park Dongho keluar adalah waktu  penyerangan Seok Joo Ill yang sebenarnya. Jaksa Goo sempat menyangkal bahwa Jinwoo baru berspekulasi, tapi sanggahannya tak dikabulkan oleh Hakim Dan hakim meminta Jinwoo untuk melanjutkan pendapatnya. Jinwoo kemudian bertanya kepada Detektif Bae apakah memungkinkan waktu dimana kamera mobil bergoyang adalah waktu penyerangan?. Detektif Bae terdiam. Tak berkata apapun. Semua yang dikatakan oleh Jinwoo adalah hal yang masuk akal. Akhirnya Detektif Bae meng- iya kan pendapat Jinwoo. ” Yang Mulia…” kata Jinwoo kepada Hakim. ” Korban memang bertemu dengan Pelaku pada saat kejadian, tapi bukan berarti dia yang melakukan penyerangan itu. Semua bukti perlu diselidiki kembali. Karena bukti – bukti tsb tidak ada yang menunjukkan bahwa tertuduh adalah pelaku sebenarnya. Karena tuduhan yang salah, akan menghancurkan keluarganya. ” kata Jinwoo.

6

Dia melangkah kembali ke kursinya. Sebelum duduk, dia menoleh ke arah In Ah yang tersenyum sangat lebar ke arahnya.

7

Nam Il Ho mengkomplain kepada Hong Mo Suk mengapa Seok Joo Ill masih hidup. ” Dia masih dalam keadaan kritis,jadi kau tak perlu khawatir. ” kata Mo Suk menenangkan. ” Bagaimana bisa aku tenang, sementara Joo Ill yang mengetahui semuanya masih dalam keadaan hidup. Urus semuanya sebelum semuanya bertambah buruk! ” perintah Il Ho. Hong Mo Suk pun berjanji akan mencarikan solusi untuk hal tsb.

8

Jinwoo berdiskusi dengan Sangho. Persidangan belum sampai pada keputusan akhir. Kedua belah pihak hanya memiliki bukti yang masih harus diselidiki lagi. Satu – satunya cara adalah mereka bisa menemukan pelaku aslinya. Baru Jaksa akan kalah telak dengan mereka. ” Apakah kau memiliki seseorang yang kau curigai?” tanya Jinwoo. Sangho nampak berpikir dan mengingat – ingat sesuatu. ” Ada….” katanya. ” Kalau begitu aku punya ide…” Jinwoo berkata serius.

9

Nam Gyu Man berhasil mengetahui bahwa Jinwoo menderita Alzheimer. Berkat catatan medis yang dibawa oleh Seo Beom. Gyu Man tersenyum puas. ” Bagaimana ini? Sangat menyedihkan… ” kata Gyu Man. Sementara Seo Beom terdiam tak menanggapi. ” Dia sangat menyedihkan. Dia kehilangan semua keluarganya dan akan kehilangan ingatannya. Dia sudah tak memiliki apa – apa lagi. Game Over….” lanjut Gyu Man. Seo Beom sama sekali tak bereaksi. Hanya terdiam. Melihat hal ini tentu saja membuat Gyu Man berang. Seo Beom dituduh membela Jinwoo. ” Tidak…aku tak merasa kasihan kepadanya. Kau akan menang Gyu Man. Surga sudah ada di depan matamu…” kata Seo Beom sambil tersenyum paksa. Gyu Man pun memeluk Seo Beom.

10

Jinwoo bertemu dengan salah satu anak buah Seo Jo Ill. Dia meminta bantuan agar rencananya berhasil. Jinwoo mengatakan bahwa mereka harus mengundang pelaku ke lokasi kejadian lagi. Anak buah Joo Ill pun mengangguk.

11

” Dia sudah sadar!” Kata anak buah Joo Ill. Mereka sedang berbahagia karena hyungnim mereka sadar dari koma. Tapi kali ini kebahagiaan mereka bakal diusik oleh Nam Il Ho. Tanpa mereka sadari ada anak buah Nam Il Ho yang menata – matai mereka.

12

Benar saja, Nam Il Ho menyatakan akan berbahatmya jika Aeok Joo Ill sadar dari komanya. Diapun meminta anak buahnya untuk segera membereskan Seok Joo Ill yang baru saja sadar dari koma.

Pria dengan masker dan topi hitam memasuki kamar Joo Ill. Dia menyelinap perlahan.  Dia menghampiri sesosok tubuh yang terbaring dengan alat bantu pernapasan masih terpasang di tubuhnya. Pria tsb melepas alat bantu oksigen dan si pasien langsung membuka matanya.

13

Ternyata dia adalah Sangho. Jinwoo berhasil menjebaknya. Begitu Sanghk memaki pria tsb, Jinwoo masuk ke dalam kamar. Tahu posisinya dalam bahaya, pria tsb langsung mengeluarjan pisaunya. Jinwoo sempat bertengkar kecil dengan pria tsb. Akhirnya polisi datang dan meringkus pria suruhan Nam Il Ho tsb.

14

Sementara itu sidang Park Dongho akan kembali digelar. In Ah melihat kursi Jinwoo masih kosong. Setelah penjahat tsb dibawa ke kantor polisi, Jinwoo langsung buru – buru pergi menuju ke pengadilan. Tak lama Jinwoo datang. Dia melangkah ke tempatnya dengan  langkah  percaya  diri.  Dia meminta  maaf karena sudah datang terlambat. ” Apakah kau memiliki alasan?” tanya Hakim Suk Gyu. ” Mungkin Jaksa yang nanti akan sedikit menjelaskan.” kata Jinwoo percaya diri. Seorang lelaki masuk dan memberikan kertas kepada Jaksa Gol. Jaksa Goo membacanya dan menoleh ke arah Jinwoo. Jaksa Goo berdiri, ” Yang Mulia, pelaku utama dari kasus ini sudah tertangkap. Jadi persidangan ini sudah selesai. ” kata Jaksa Goo. Kang Suk Gyu menoleh ke arah Jinwoo.

15

Ada rasa bangga di dalam hatinya saat menatap Jinwoo. Begitu juga dengan Park Dongho. In Ah tersenyum sangat lebar ke arah Jinwoo dan Jinwoo membalasnya.

16

Park Dongho dan Seo Jinwoo duduk di dalam ruang sidang.  Park Dongho mengucapkan banyak terima kasih karena Jinwoo sudah mau percaya kepadanya. Jinwoo bahkan membelanya dan mempertaruhkan hidupnya di persidangan. ” Kau bebas karena kau memang tak membunuh seseorang. Betapa ironi…” kata Jinwoo. Park Dongho mengiyakan perkataan Jinwoo. ” Bagaimana aku bisa membayar semua hutangku kepadamu,  Jinwoo?” tanya Dongho. ” Kau tak bisa membayarnya, dan aku juga  tak  berniat menghapus  hutangmu. ” kata Jinwoo. Jinwoo bertanya bagaimana perasaan Dongho saat ini. Dongho merasa sangat berbeda. Dia duduk  di kursi tahanan dan Jinwoo berada di sebelahnya membuat dia merasa tertekan. Dongho berjanji, seperti Jinwoo yang sudah percaya dan berjuang untuknya, dia akan berjuang untuk Jinwoo sampai akhir. ” Kita tak memiliki waktu untuk menjatuhkan Nam Gyu Man. Aku juga sudah meminta persidangan ulang kasus ayahku. ” kata Jinwoo. ” Ya…bagus. kau seharusnya melakukan hal tsb. ” kata Dongho. Keduanya saling bertatapan. Kali ini bukan tatapan dendam seperti dulu, melainkan tatapan yang tersirat dukungan satu sama lain.

17

Seo Jinwoo sudah mengetahui bahwa Detektif Bae menerima uang dari Nam Il Ho. Hal ini dia sampaikan langsung kepada Detektif Bae di kantor polisi. ” Kau pikir kau siapa? Apa kau sedang mengancamku sekarang?” kata Detektif Bae. Jinwoo berkata bahwa Detektif Bae memiliki hubungan yang dekat dengan Park Dongho dan dia mengkhianatinya. ” Orang yang meminta untuk membunuh Seok Joo Ill adalah Nam Il Ho kan?” tanya Jinwoo. Detektif Bae tak mau mengatakan apapun. Dia hanya berkata tidak tahu menahu akan hal tsb. Jinwoo tak banyak berkata. Hanya tersenyum. Namun senyumnya terlihat menjengkelkan untuk Detektif  Bae.

18

Dengan tergesa – gesa Dongho  melihat Joo Ill. Joo Ill sudah melihat kedatangan Park Dongho. Tangannya yang lemah meminta Dongho untuk melepas alat bantu pernapasannya. Dia ingin berbicara  dengan Park Dongho. ” Dongho…aku sudah menahannya sampai sekarang. Jadi aku bisa melihatmu sebelum aku pergi…” kata Joo Ill lemah. ” Hyungnim…….” Dongho terlihat cemas. Dia kemudian mengatakan bahwa Joo Ill ingin duduk di pernikahan Dongho sebagai ayah Dongho. Joo Ill ingin melihat Dongho bertemu dengan gadis yang baik. Joo Ill tersenyum. Dia mengepalkan tangannya ke atas sekuat tenaga sambil mencoba tersenyum. Dongho membalas kepalan tangan hyungnimnya itu.  ” Dongho…aku minta maaf…” suara Joo Ill makin terdengar lemah. Tak lama Joo Ill tak sadarkan diri. Joo Ill meninggalkan Dongho untuk selamanya. Dongho histeris. Dia terus memanggil nama “Hyungnim” nya itu. Dia bahkan meminta Sangho untuk memanggil dokter. Namun apa daya. Joo Ill sudah meninggalkannya. Lagi, untuk kedua kalinya Dongho kehilangan orang yang sangat penting di dalam hidupnya karena Nam Il Ho.

19

Park Dongho duduk sedih di depan altar pemakaman Joo Ill. Dia mendengarkan rekaman suara Joo Ill. Ternyata sebelum pergi, Joo Ill merekam kata – kata untuk Dongho. Menyatakan bahwa dia bangga dan sangat senang karena Dongho berhasil menjadi pengacara. Karena dia telah lama hidup menjadi gangster, dia berfikir bahwa orang hebat itu adalah orang yang bisa menaklukan dunia dengan hukum. Namun kenyataannya tidak. Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kuasa sangat besar, bahkan diapun dapat mempermainkan hukum. Seok Joo Ill pun memberikan rekaman percakapan antara dirinya dengan Nam Il Ho sebagai bentuk hadiah terakhir Joo Ill kepada dirinya. Isinya tentang perintah Nam Il Ho yang meminta Joo Ill untuk menyingkirkan semua orangvyang berusaha menjegal kasus Nam Gyu Man termasuk Park Dongho.

20

Jinwoo datang dan memberikan penghormatan terakhir kepada Joo Ill. Setelahnya dia berbicara dengan Park Dongho. Dia memberikan bukti file berupa liat uang yang diterima oleh Detektif Bae dari perusahaan Il Ho Grup. Mereka dapat menggunakan file itu untuk menuntut Nam Gyu Man. Dongho menyingkirkan file tsb. ” Aku tidak membutuhkannya. Mata dibalas dengan mata. Nyawa dibalas dengan nyawa. ” kata Dongho sambil minum alkohol. ” Kau adalah seorang pengacara. Kau harus mengurus semuanya sesuai dengan profesimu sebagai pengacara. Bukan dengan pukulan…” kata Jinwoo. Dongho tersentak. Apa yang dikatakan anak muda satu itu di hadapannya membuatnya berpikir. Kata – kata yanng dilontarkan nya sama persis dengan yang dikatakan Joo Ill kepadanya.

21

Jinwoo menatap dokumen di hadapannya. Untuk yang ketiga kalinya, dia meminta persidangan ulang untuk kasus ayahnya. Meskipun ayahnya sudah meninggal, dia tak akan tinggal diam untuk membersihkan nama ayahnya dari tuduhan.

22

Ahn Sei Beom masuk dengan tergesa – gesa di saat Gyu Man sedang meeting. Gyu Man sempat mengkomplain tingkah laku Seo Beom. Seo Beom tetap nekat membisikkan sesuatu kepada Gyu Man. Karena hal ini lebih penting dari apapun. ” Park Dongho telah bebas dari penjara dan Seo Jin Woo mengadakan banding untuk persidangan ulang kasus ayahnya. Gyu Man menarik napas. Semua yang ada si ruang meeting tak ada yang berani bergerak. Pertama, dia berdiri kemudian melemparkan hiasan di mejanya. Kedua dia menendang lampu meja dan terakhir membentak semua orang yang ada di ruangannya untuk pergi. Tanpa menunggu usiran untuk yang kedua kalinya, mereka langsung pergi dengan wajah ketakutan.  Nam Gyu Man kemudian meminta Seo Beom untuk menyiapkan mobil dan menemui Jinwoo.

23

Sementara Nam Gyu Man ingin menemui Jinwoo, Park Dongho sudah lebih dulu menemui Nam Il Ho, ayah Gyu Man. ” Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh dalam tujuan kau membunuh ayahku dan juga Joo Ill?” tanya Park Dongho blak – blakan. Nam Il Ho membanting tutup teh yang dipegangnya. Dia berkata bahwa Park Dongho tak tahu rasanya membesarkan sebuah perusahaan.  Mereka harus menelan kesakitan – kesakitan kecil sampai akhirnya perusahaan mereka menjadi besar. Dan akhirnya bagus untuk semua orang. ” Bagus untuk semua orang? Kau menggunakan orang sebagai alat dan setelah tak terpakai kau membuangnya. Apakah kau pikir itu bagua untuk semua orang? Kau akan menuai apa yang kau tabur. Bersiaplah. ” kata Dongho. Dia membalikkan badannya dan langsung pergi meninggalkan Il Ho tanpa pamit. Setelah kepergiannya Nam Il Ho nampak menghubungi seseorang.

24

Nam Gyu Man datang ke kantor Jinwoo. Menanyakan apakah Jinwoo mengajukan persidangan ulang atas kasus ayahnya. ” Apakah kau ingat wajahku? Orang itu memintamu untuk istirahat. Bagaimana ini, kelak kau mungkin tak akan mengingat wajahku. ” kata Gyu Man mengejek . Jinwoo sempat tersentak karena dia tak menyangka bahwa Nam Gyu Man akan tahu penyakitnya. Tapi Jinwoo berusaha tak menunjukkannya di depan Gyu Man. Jinwoo tersenyum. Berkata pada Gyu Man, ” Tapi aku tak memiliki masalah kelainan dengan emosiku seperti mu. Justru aku merasa kasihan kepadamu….”. Ekspresi muka Gyu Man langsung berubah. Dia tak terima dikasihani oleh Jinwoo. Tapi memang Gyu Man pantas dikasihani menurut Jinwoo. Lihatlah, kali ini tak seorangpun yang benar – benar berada di pihak Gyu Man. ” Nam Gyu Man… sebentar lagi, kau akan menghilang sebelum ingatanku. Sebentar lagi dunia akan mengetahui semua kejahatan mu. Bersiaplah…” kata Jinwoo tegas.

25

Sangho dan Dongho sedang menikmati ramen dan soju ketika Detektif Bae masuk ke dalam kantor mereka. Dongho memandang pria itu dengan kesal. Dongho menghampiri pria tsb dan menarik merahnya. ” Kau hidup dengan menelan uang kotor dari Nam Il Ho dan menuduhku sebagai pembunuh…” kata Dongho. ” Seo Jinwoo datang kepadaku. Dia tahu bahwa aku menerima uang dari Nam Il Ho. ” kata Detektif Bae. Dongho pun mengusir Detektif Bae dari kantornya. ” Maafkan aku Pengacara Park. Ayahku dalam keadaan kritis dan aku tak punya pilihan lain. ” kata Detektif Bae. Dongho tak mengindahkan nya. Dia melangkah meninggalkan Detektif Bae. ” Mr. Ha….dari kasus ledakan Seogwang, tak pernah dikirim ke luar negeri. ” mendengar kata- kata ini keluar dari mulut Detektif Bae, Park Dongho segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Detektif Bae.

26

Hong Mo Suk mengatakan bahwa Seo Jin Woo melakukan persidangan ulang dengan menggunakan Gak Han Sok sebagai saksi. Jadi kemungkinan besar, persidangan ulang itu akan dikabulkan. Nam Gyu Man menyatakan bahwa dia tak bisa melakukan apa – apa kepada Gak Han Soo karena dia ada di penjara. Dan dia meminta Hong Mo Suk agar membereskan semuanya.

27

Nam Il Ho, Hong Mo Suk dan Tak Young Jin sedang membicarakan masalah kasus perkosaan yang melibatkan Nam Gyu Man juga. Jaksa Chae sepertinya tak bisa diajak kerjasama. Akhirnya Jaksa Tak mengusulkan bahwa dia akan mengganti jaksa untuk kasus tsb. Dan Nam Il Ho pun setuju.

28

Nam Gyu Man sedang menjalani pemeriksaan rutin untuk psikologi nya. Dokter mengatakan bahwa Gyu Man memiliki kelainan yang aneh. Dia bermasalah dengan emosinya. Dokter menyarankan agar Gyu Man terus menjalani pengobatan dan mencoba berpikir dari sisi orang lain. Mungkin karena saat ini kondisi Gyu Man sedang kesal dengan Jinwoo, jadi dia berpikir bahwa Dokter itu memintanya berpikir dari sisi Jinwoo. Amarah Gyu Man meledak seketika. Jika tidak dipegang oleh Seo Beom, Dokter yang sudah tua tsb mungkin akan mati terkena pukulan Gyu Man.

29

Ternyata yang ditelepon oleh Nam Il Ho beberapa jam yang lalu adalah Jaksa Jang. Nam Il Ho meminta bantuan agar jaksa Jang mau membantu persidangan Nam Gyu Man yang masih berlanjut. ” Kami minta bantuan mu dalam persidangan ini, agar Presdir Nam Gyu Man bisa membantu perekonomian negara ini. ” kata Hong Mo Suk. Jaksa Jang pun berkata bahwa dia akan membantu Nam Il Ho. Bukan Nam Il Ho namanya jika tanpa sogokan. Dia memberikan 1 kotak teh yang katanya berasal dari Uk dan memiliki aroma yang bagus. Setelah Jaksa Jang membukanya ternyata di dalamnya terdapat cek sejumlah. 100.000.000 won. Jaksa Tak yang mengetahui hal ini berusaha menahan apa yang dia rasakan.

30

Hong Mo Suk mengajak Tak Young Jin untuk bertemu dengan kepala pajak. Guna mengurus pajak mereka yang diinspeksi. Namun Tak Young Jin menolak. Dia mengatakan bahwa dia agak sibuk. Hong Mo Suk hanya menatap Tak Young Jin. Tak Young Jin berkata bahwa Hong Mo Suk adalah orang yang ahli dalam hal seperti itu jadi Tak Young Jin menyuruhnya untuk berangkat sendiri. Namun dari tatapan Hong Mo Suk, dia memaksa Tak Young Jin untuk ikut. ” Kau sudah tidak berpikir bahwa aku adalah anak buahmu kan? Kalau begitu aku pergi dulu.  ” kata Young Jin.

31

Dongho datang ketika tuan sedang membelah kayu bakar. Tuan Ha agak terkejut dengan kedatangan Dongho. Tak mengira bahwa  itu adalah Park Dongho. Mereka berdua lantas duduk di luar rumah. Dongho mengatakan pada Tuan Ha bahwa sebentar lagi tuan Ha akan bisa kembali ke Seoul. ” Tak apa. Aku akan merenungkan semua kesalahan masa laluku di sini hingga aku mati. ” kata Tuan Ha. Lalu dia berkata bahwa Dongho mirip sekali seperti ayahnya. ” Orang seperti apa ayahku?” tanya Dongho. ” Dia adalah orang yang bisa melakukan hal apa saja untuk anaknya. Dia pernah berkata kepadaku bahwa dia dapat membunuh seseorang karena dia ingin menjadi kebanggaan untuk anaknya. ” cerita Tuan Ha.

32

In Ah teringat kata Dokter tentang penyakit Jinwoo. Semakin lama Jinwoo akan kesulitan untuk mengingat. Pada akhirnya nanti dia tak bisa melakukan apapun sendiri. In Ah mencari cara untuk membantu Jinwoo. Dia menghampiri Jinwoo yang sedang sibuk di mejanya. In Ah mengambil Ponsel Jinwoo dan memfoto kartu namanya. ” Apa yang kau lakukan?” tanya Jinwoo. ” Aku tak ingin kau melupakanku. ” kata In Ahm kemudian In Ah mengajak Jinwoo untuk makan malam di restaurant pizza milik ayahnya. Ha Young sedang belajar memanggang pizza, dan dia pun meminta semua untuk mencicipi pizza buatannya. Jinwoo pun mengangguk senang.

33

Semua bersorak ketika pizza dihidangkan di atas meja. Kelihatan sangat menggoda selera. Mereka pun makan dengan lahap. Ayah In Ah memuji Ha Young sebagai anak yang cepat belajar.

34

” Hmm…ini kelihatan enak sekali. Ayahku pasti menyukai pizza ini. ” kata Jinwoo. Mereka semua terdiam. Ayah In Ah mencoba mengulangi kata – kata Jinwoo. Agak tak percaya bahwa Jinwoo mengatakan hal tsb. ” Ya…ayahku sangat menyukai pizza. Tak bisakah kau membuatkan aku satu lagi pizza yang seperti ini? Pasti dia akan kelaparan ketika pulang kerja nanti. ” kata Jinwoo semangat. Hening. Semua menatap Jinwoo. In Ah menatap Jinwoo dengan khawatir. Lalu dia mencoba meralat perkataan Jinwoo. Menjelaskan bahwa apa yang dimaksud oleh Jinwoo adalah dirinya akan kelaparan ketika dia pulang kerja nanti. Manager Yeon juga menambahkan bahwa Ha Young akan membuatkan satu lagi pizza untuk dirinya. ” Sebentar, apa yang baru saja kau katakan? Kau bilang ayahmu akan pulang bekerja? Kau berpikir bahwa ayahmh masih hidup?” tanya Ibu In Ah. Jinwoo terdiam. Semua mata tertuju ke arahnya. In Ah dan Jinwoo saling berpandangan. In Ah nampak sekali bahwa dia khawatir. Sepertinya Jinwoo mulai sadar apa yang terjadi kepada dirinya. ” Aku….akan….pergi….” katanya terbata sambil bangkit dari kursinya. In Ah pun menyusul Jinwoo. Sementara Ibu In Ah terlihat shock.

35

Jinwoo terngiang kata – kata Ibu In Ah di telinganya. Kini semua orang tahu tentang penyakitnya. Tak bisa ia hindari lagi. Bahwa semakin lama penyakit ini semakin menggerogoti nya. Jinwoo terlihat frustasi akan hal itu.  Ponselnya terus berdering karena In Ah. Tapi Jinwoo mengabaikannya dan terus mengendarai mobilnya.

In Ah duduk di hadapan ayah dan ibunya. Ibu In Ah meminta penjelasan akan aoa yang terjadi. Sementara ayah In Ah tak percaya bahwa Jinwoo akan menderita penyakit seperti ayahnya. Padahal Jinwoo masih muda. In Ah mencoba menenangkan kedua orang tuanya. Tak akan ada masalah pada Jinwoo karena dia mendampinginya. ” Kau hanya merasa kasihan padanya. Kau tak tahu betapa sulitnya bertahan di sekitar orang yang memiliki penyakit seperti itu!! ” kata Ibu In Ah dengan suara yang agak keras. ” Ibu..tapi Jinwoo membutuhkan ku saat ini…” In Ah mulai meneteskan air matanya. Ibu In Ah menarik napas nya. Tak percaya anaknya akan bersikap seperti ini.  Sangat membuatnya stress. In Ah menatap Ibu dan ayahnya. Berharap mereka akan mengerti keputusannya.

36

Gyu Man meminta Seo Beom untuk berusaha agar dia bisa menghindari persidangan ulang yang diajukan oleh Jinwoo. Jika permohonan sidang itu dikabulkan, hal itu akan menambah sakit kepalanya. Seo Beom tak bergeming. Hal ini membuat Gyu Man mengeluarkan suara nya yang lebih keras lagi. Tak peduli jika ia harus membunuh Jinwoo, yang penting dia bisa menghentikan Jinwoo agar persidangan ulang itu tak bisa dikabulkan. ” Gyu Man….mari kita hentikan saja. Aku bersiap untuk dihukum. Kau juga. Mau sampai kapan kau akan menyembunyikannya dari dunia? Kau pikir kau bisa menyembunyikan ini selamanya? Kau harus dihukum juga sesuai dengan perbuatan yang sudah kau lakukan ” kata Seo Beom lancar tanpa menatap Gyu Man. ” Apa kau gila? Darimana kau dapat keberanian seperti itu? Ah….Kang Suk Gyu. Kau salah. Jika kau percaya kepadanya. Dia tak akan bisa melindungimu. Tunggu sebentar….kau perlu dipukul. Tunggu disini. ” Gyu Man mengambil tongkat golf . Dia menunjukkannya kepada Seo Beom. Sambil tersenyum dia meminta Seo Beom untuk bersiap menerima pukulan nya. Seo Beom tak menurutinya. Gyu Man mengayunkan tingkatnya namun dapat di tangkis oleh Seo Beom. Seo Beom pun mengeluarkan kata – kata kasar yang selama ini terus disimpannya. Kini amarahnya sudah memuncak. Dan dia berhasil mengeluarkan kata – kata itu di hadapan Nam Gyu Man, sahabatnya.

37

Manager Yeon, In Ah dan Song Jae Ik berusaha mencari Jinwoo. Jinwoo mematikan handphone nya jadi mereka tak tahu dimana Jinwoo berada saat ini. Pengacara Song juga mengatakan bahwa Jinwoo tak ada di rumah lamanya. ” Bagaimana bisa orang dengan kemampuan mengingat seperti dia bisa terserang Alzheimer?” tanya Pengacara Song.  ” Aku mengerti apa yang kau rasakan. Itu juga sangat sulit bagi kita untuk menerimanya. ” jelas Manager Yeon. Song Jae Ik terlihat sangat cemas. Di luar udara sangat dingin. Dia berharap Jinwoo tak bingung di luar sana dan kehilangan arah. Tiba – tiba Kang Suk Gyu muncul di kantor mereka.

38

Menarik mundur semua peristiwa ke belakang, Nam Gyu Man paham apa yang sudah terjadi.  Mulai dari dia secara tak sengaja melihat pesan text Seo Beom tentang ” potongan bukti” , ancaman Jinwoo yang mengatakan bahwa dunia akan segera tahu semua kejahatannya dan Suk Gyu yang tiba – tiba bertanya apakah mungkin seseorang bisa membunuh dengan menggunakan pembuka wine. Gyu Man paham apa yang sudah terjadi. Kemudian datanglah seorang bawahannya. ” Aku dengar kau sudah melakukan hal yang baik untuk ayahku. Aku membutuhkan mu untuk melakukan satu hal juga untukku. ” kata Gyu Man.

39

Tak sulit bagi Gyu Man untuk menangkap Seo Beom, kemudian menyekapnya di ruangan terpencil.  Seo Beom bangun dalam keadaan terikat. Gyu man perlahan melangkah menghampirinya. Seo Beom nampak sangat ketakutan. Gyu Man berhasil menemukan tiket kepergian Seo Beom. Dia merobeknya di depan Seo Beom. Kemudian dia juga mendapati pesan text yang diberikan Kang Suk Gyu kepadanya. ” Kau membereskan bukti pembunuhan itu kan? Mengapa kau memberikannya keoda Seo Jinwoo? Mengapa kau melakukan hal itu kepadaku???!!!” Gyu Man berteriak di depan wajah Seo Beom. ” Gyu Man…pernahkah sekali kau mempercayaiku? Aku juga tak mempercayaimu. Apa yang kulakukan semuanya adalah karena aku ingin hidup Gyu Man. ” jelas Seo Beom.  Gyu Man pun mencekik Seo Beom hingga wajah Seo Beom merah. Mengatakan bahwa hanya ada satu cara agar Seo Beom tetap hidup. ” Kau harus mengambil kembali alat bukti itu dari Seo Jinwoo..” kata Gyu Man. Seo Beom menolaknya.  ” Lalu kau akan mati!! ” Gyu Man melepaskan cekikannya di leher Seo Beom. Dia memberi kesempatan Seo Beom untuk berpikir. Kemudian membalikkan badan dan melangkah meninggalkan Seo Beom yang terus berteriak memanggil namanya di belakang.

40

” Apakah Seo Jinwoo baik – baik saja?” tanya Kang Suk Gyu. In Ah meng – iya kan dengan terbata. Kang Suk Gyu sudah mendengar bahwa Jinwoo meminta persidangan ulang. ” Aku berharap kali ini semuanya akan berjalan lancar. Semoga kebenaran kali ini akan terungkap. ” kata Suk Gyu. ” Kau sudah melakukan bantuan yang sangat hebat. Kami akan berusaha semampu kami dengan menggunakan alat bukti yang kau berikan. ” kata In Ah. Manager Yeon datang dengan membawa foto Jinwoo dan ayahnya  ” Dia selalu mengatakan bahwa dia ingin kembali ke sana. ” katanya.  Dengan tergesa – gesa In Ah berpamitan kepada Kang Suk Gyu.

41

Jinwoo mengambil pesan ayahnya untuknya yang tergantung di pohon. Ayahnya mengucapkan terima kasih kepada Jinwoo karena sudah menjadi anak yang ceria. Mereka pun berjanji untuk membuat kenangan yang indah satu sama lain. Hanya mereka berdua. Kenangan – kenangan itu kembali melintas di ingatan Jinwoo. Tawa ayahnya, pelukan ayahnya, Jinwoo mengingat semuanya. Dia menarik napas dan menghembuskan nya. Menggantungkan kembali pesan ayahnya di pohon. Saat berbalik, In Ah berdiri tepat di belakangnya.

42

” Aku tidak ingin menyakitimu lagi. Nam Gyu Man dan kehilangan memoryku adalah musuh kita kali ini. Aku tidak ingin menambah ketakutan lagi. Kembalilah dimana kau berada. ” kata Jinwoo. Kejadian tadi benar – benar membuat Jinwoo merasa bersalah. Setiap kali dia melihat orang tua In Ah dia merasa berdosa. Salah satu penyebab In Ah keluar sebagai Jaksa juga karena dirinya. Dia tak ingin menambah ketakutan lagi. ” Mengapa kau selalu memutuskan sesuatu sesuai dengan keinginanmu sendiri? Apakah itu benar – benar yang kau rasakan?” tanya In Ah. Jinwoo bangkit. Melangkah pergi. ” Apakah kau tidak tahu mengapa aku melakukan hal ini? ” In Ah ikut berdiri. Jinwoo menghentikan langkahnya. ” Kau pikir aku melakukan ini semua karena kasihan? Aku melihatmu sangat menderita. Dan yang membuatku lebih sakit adalah karena aku tak bisa berbuat apapun untukmu. ” kata In Ah. Air matanya sudah mulai menetes. Jinwoo berbalik. Matanya berkaca – kaca.

43

In Ah tak ingin Jinwoo menghadapi ini semua sendirian. ” Kuta lalui ini bersama.  Bersamaku. ” katanya. ” Aku tidak memiliki banyak waktu. Untuk nantinya aku bisa mengingat wajah dan namamu. ” kata Jinwoo. ” Tak apa. Aku yang akan menjadi ingatanmu. ” kata In Ah. Seutas senyum mulai nampak di bibir In Ah. Jinwoo perlahan melangkah menghampiri In Ah. Perlahan mendekatkan wajahnya ke wanita yang selalu mendukungnya itu. Dengan lembut, bibir Jinwoo menyentuh bibir In Ah. Mereka telah jujur dengan perasaan masing – masing sekarang. Seo Jinwoo dan Lee In Ah.

44

Nam Gyu Man menikmati makan malamnya sendirian. Biasanya selalu ada Ahn Seo Brom di sampingnya. Kini tak ada lagi. Dia memandang sekelilingnya. Sepi. Hanya dia sendiri dan seorang pelayan yang menemaninya. Kata – kata Jinwoo kembali terngiang di kepalanya. Orang – orang di sekitarnya tak ada yang dapat dipercaya. Bahkan Ahn Seo Beom sekalipun. Tangan kanannya mengkhianatinya. Tak ada yang bisa dipercaya. Gyu Man mencoba mengabaikan pikiran tsb dan mulai makan kembali makanannya.

45

Nam Gyu Man menyodorkan tiket pesawat ke Perancis kepada adiknya Nam Yeo Kyung yang sedang makan sendirian di meja makan. Gyu Man mengatakan bahwa Yeo Kyung dari dulu sangat mencintai seni. ” Pergilah le Perancis dan perdalam ilmu seni mu disana. Jangan menganggu dengan menjadi jaksa disini. ” kata Gyu Man. Nam Yeo Kyung tampak marah. ” Ayah tak akan membiarkan ini. ” katanya. ” Ini adalah keputusannya. Selamat tinggal…” kata Gyu Man tersenyum.  Yeo Kyung bagai tertampar 2 x. Tak menyangka bahwa ayahnya tega melakukan hal ini kepada dirinya. Putri satu – satunya.

46

Jinwoo dan In Ah terkejut dengan kedatangan Nam Yeo Kyung di kantor mereka. Kedatangan Nam Yeo Kyung adalah untuk meminta maaf atas nama Nam Gyu Man. Nam Yeo Kyung sudah mengetahui bahwa Nam Gyu Man adalah pembunuh dari Oh Jung Ah 5 tahun lalu dari mulut kakaknya sendiri. ” Lee In Ah, kau tahu apa yang pernah kau katakan 5 tahun lalu? Persidangan yang aku anggap sebagai permainan, bisa saja menghancurkan orang seumur hidupnya dan juga kehidupan anak laki – lakinya. Aku tahu ini terlambat. Tapi aku meminta maaf atas nama kakakku kepada kalian. ” kata Yeo Kyung. In Ah menyarankan agar Yeo Kyung memberi tahu kakaknya agar menyerahkan diri. Yeo Kyung tak menjawab. Hanya bisa menghapus air matanya yang jatuh di pipi.

47

Nam Gyu Man memanggil Hong Mo Suk dan mengkonfirmasi bahwa Hong Mo Suk dan Tak Young Jon sedang memersiapkan Jaksa untuk persidangan Nam Gyu Man. Hong Mo Suk membenarkan  bahwa Tak Young Jin sedang berusaha keras untuk mengganti jaksa di persidangan mereka. ” Dia harus nya diberi hadiah…” kata Gyu Man sambil meminum teh nya.

48

Tak Young Jin memasuki ruangan atasannya. Mereka berdiskusi tentang Nam Il Ho. Atasannya sudah tahu bahwa Nam Il Ho meminta agar Jaksa Chae diganti. ” Apa dia tak sadar dengan kelakuannya? Dia pasti tak berpikir dengan baik. ” kata pria paruh baya tsb. ” Ya….sebentar lagi perjanjian ku dengan Il Ho Grup akan berakhir. ” kata Jaksa Tak. Apa maksudnya?

Ternyata ini adalah rencana antara Tak Young Jin, Seo Jin Woo dan Lee In Ah. In Ah dan Jinwoo meminta agar Tak Young Jin bergabung dengan Nam Il Ho dan menggiring mereka ke dalam jebakan yang sudah dibuat oleh Jinwoo dan team. Karena video yang sudah mereka dapatkan saat pesta sabu – sabu tsb tak bisa mereka gunakan untuk menuntut Nam Il Ho. Oleh karena itu mereka membuat rencana tsb. Hanya Jaksa Tak yang bisa membantu mereka.

49

Jinwoo menunjukkan alat bukti berupa alat pembuka wine yang akan dia gunakan di pengadilan nanti. Dongho tak percaya bahwa Jinwoo mendapatkan barang bukti tsb. ” Kita akan bisa menjatuhkan Nam Il Ho segera. ” kata Dongho. Jinwoo akan terus berjalan sampai ayahnya dinyatakan tak bersalah. Dongho berkata bahwa dia akan selalu berada si samping Jinwoo. Akan selaku mendukung Jinwoo. Jinwoo menyunggingkan bibirnya. Tersenyum.

50

Permintaan persidangan ulang dikabulkan. Karena detektif Gak mengaku dia memberikan kesaksian di bawah tekanan oleh karenanya dia berbohong. Jinwoo dan Dongho melihat berita itu disebarkan. Oleh karenanya mereka harus bergerak ke step selanjutnya. Jinwoo mengeluarkan kaset yang berisi rekaman video dimana Nam Gyu Man mengakui kejahatannya. ” Video ini tidak bisa digunakan di pengadilan karena kita merekamnya secara  ilegal. Tapi diluar persidangan, kita bisa menggunakannya. ” kata Jinwoo. Mereka berencana untuk menyebarkan video tsb ke penjuru negara Korea. Agar semua masyarakat Korea tahu siapa Nam Gyu Man. Para spammers sudah disiapkan oleh Dongho. ” Jinwoo….ayo kita mulai….” kata Dongho.

Video pun tersebar. Di pusat Kota Seoul, video tsb terpampang di billboard utama. Semua masyarakat melihatnya. Di stasiun kereta, di rumah sakit dan video yang dapat diakses melalui smartphone mereka. Video tsb diberi judul ” Aku membunuh Oh Jung Ah. ”

51

Sementara di luar sana sedang heboh beredar video anaknya, Nam Il Ho, Hong Mo Suk dan Tak Young Jin sedang memiliki pertemuan dengan Jaksa yang dijanjikan oleh Jaksa Tak. Jaksa Tak membual bahwa Jaksa yang ada adalah Jaksa yang sangat sesuai dengan keinginan Nam Il Ho. Nam Il Ho dan Hong Mo Suk terlihat tersenyum puas. ” Terima kasih kepadamu Jaksa Tak, kita dapat memenangkan kasus Nam Gyu Man dengan mudah. ” kata Hong Mo Suk. Jaksa Tak tertawa.

52

Nam Gyu Man sendiri sudah menyaksikan bahwa videonya sudah tersebar. Langsung saja dia membanting laptopnya dan menginjak nya hingga hancur. Tak lupa mulutnya terus mencaci maki Jinwoo. ” Apakah kau sudah melihat videonya?” tiba – tiba Jinwoo memasuki ruangannya. ” Ya…aku melihatnya dan kau mati. ” kata Gyu Man geram. Jinwoo menjawabnya hanya dengan senyuman.

53

Seorang wanita melangkah ke ruangan dimana Nam Il Ho dan tim berada. Dia adalah jaksa pilihan Tak Young Jin yang akan menangani kasus Nam Gyu Man. Hong Mo Suk mengangkat,ponselnya yang berdering. Ekspresi wajahnya berubah. ” Mr. Nam…video Nam Gyu Man telah tersebar….” kata Hong Mo Suk. Nam Il Ho kaget.

54

Di saat yang sama , pintu terbuka.

55

” Aku adalah Lee In Ah…Jaksa….” kata wanita tsb memperkenalkan diri. Nam Il Ho tak bisa berkata apapun. Hong Mo Suk menoleh ke arah Jaksa Tak yang hanya tersenyum.

56

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>